|
Memalukan! Hakim Minta Penari Telanjang & Jaksa Kena Suap |
|
|
|
|
Monday, 28 November 2011 |
|
Jakarta -
Ini tragedi bagi dunia hukum di Indonesia. Citra seorang
hakim yang arif dan jaksa yang berintegritas diciderai dua kisah
memalukan. Seorang hakim di Yogyakarta meminta penari telanjang kepada
pengacara dan seorang jaksa di Cibinong tertangkap tangan menerima suap
dari terdakwa.
Kasus yang menimpa penegak hukum itu pun mendapat
sorotan mantan Ketum PP Muhammadiyah Syafii Maarif. Dia menilai
seharusnya institusi penegak hukum melakukan instrospeksi, mencari cara
agar aparat mereka bisa menjadi figur panutan.
"Itu sangat memalukan dan berlawanan dengan semangat pemberantasan
korupsi," kata mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif saat
berbincang dengan detikcom, Rabu (23/11/2011).
Dia menjelaskan,
pemerintah selaku eksekutif pun tidak bisa diam saja. Bersama dengan
penegak hukum, pemerintah harus bisa melakukan perbaikan menyeluruh.
"Solusinya bisa melalui pendidikan bagi penegak hukum. Ke depan moral harus diutamakan," jelasnya.
Bukan
perkara mudah untuk melakukan perbaikan. Harus ada niatan kuat dan
upaya sungguh-sungguh dari penegak hukum untuk memerangi oknum-oknum
nakal itu.
"Semua harus dilakukan dengan bekerja keras," tuturnya.
Diketahui,
Majelis Kehormatan Hakim (MKH) telah memecat hakim Pengadilan Negeri
(PN) Yogyakarta Dwi Djanuanto (56). Djanu terbukti meminta penari
telanjang kepada salah seorang pengacara.
Sedang terkait jaksa,
KPK menangkap tangan Jaksa Sistoyo yang bertugas di Kejari Cibinong.
Sang jaksa diduga menerima suap dari terdakwa hingga mencapai Rp 2,5
miliar. Sistoyo sudah menjadi tersangka dan menjalani penahanan.
(ndr/fay)
Sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/11/23/152909/1773844/10/memalukan-hakim-minta-penari-telanjang-jaksa-kena-suap
|