Jurnal Maarif

Volume 6 No 2 Nov 2011

Monday, 19 December 2011 | Administrator

article thumbnail View   
Selengkapnya

Jurnal Sebelumnya

Kliping


 

 

Kliping Magsaysay Award


 

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday145
mod_vvisit_counterYesterday255
mod_vvisit_counterThis week829
mod_vvisit_counterThis month4821
mod_vvisit_counterAll160251

Berita Media

Syafii Maarif Minta Diskusi Irshad Manji tidak dilarang

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJAKARTA--MICOM: Mantan Ketua PP Muhamadiyah Syafii Maarif meminta kampus-kampus tetap bebas dan bersikap pluralis terhadap diskusi mengenai buku Irshad Manji. Menurutnya,...
Selengkapnya

Syafii Maarif: Seharusnya konstitusi membimbing

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJakarta (ANTARA News) – Konstitusi seharusnya membimbing perilaku bangsa dalam bidang politik dan ekonomi, kata mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii...
Selengkapnya

Nov 22 2011
Revolusi Arab dalam Sorotan (III) PDF Print E-mail
Tuesday, 22 November 2011

Oleh Ahmad Syafii Maarif


Adalah novelis dan intelektual Tunisia Hassouna Mosbahi yang menurunkan kalimat berikut mengenai asal muasal pergolakan di negerinya melalui perbincangan antara dia dan sastrawan Tunisia lain bernama Awlad Ahmed. “Serentak setelah perbincangan usai, Awlad Ahmed mengatakan kepada saya, ‘Dengarkan: di tempat kelahiran saya di Sidi Bouzid sedang terjadi kerusuhan serius. Seorang anak muda bernama Mohamed Bouazizi bunuh diri sebagai protes atas sempitnya lapangan pekerjaan. Sekarang kemarahan rakyat meledak. Mereka turun kejalan, terjadi bentrokan dengan polisi.”

Dari Sidi Bouzid inilah kemudian api liar revolusi Arab itu menjalar ke berbagai penjuru, tidak saja di Tunisia, tetapi juga ke seantero dunia Arab yang kini sudah berlangsung hampir setahun. Revolusi Tunisia dikenal di Barat dengan sebutan Revolusi Jasmine (Jasmine nama bunga di Tunisia). Di Tunisia sendiri lebih dikenal dengan sebutan “Thaurat al-Karama” (Revolusi Harga Diri).

Nama terakhir inilah yang lebih tepat karena melalui revolusi martabat dan harga diri rakyat mau dipulihkan yang selama ini tidak dihiraukan oleh penguasa otokrat. Dengan membakar diri sendiri pada 17 Desember 2010, pemuda Bouazizi yang malang itu telah memicu meledaknya sebuah perubahan radikal yang tidak saja membakar Tunisia, tetapi apinya menjalar ke seluruh dunia Arab.
 

Dengan tergulingnya Presiden Ben Ali pada 14 Januari 2011 yang kemudian melarikan diri ke Arab Saudi, revolusi Tunisia telah berjaya menebang pohon tirani Arab di negeri yang baru saja mengadakan pemilu damai yang dimenangkan oleh Partai Ennahdah sekalipun dengan perolehan suara di bawah 50 persen.

Partai itu mengusung bendera Islam moderat, meniru pola Turki di bawah Erdogan. Siapa tahu suasana pemilu damai Tunisia ini akan ditiru oleh negara-negara Arab lainnya pascatumbangnya berbagai sistem diktator, seperti yang terjadi di Mesir dan Libya. Bagi pihak-pihak yang antidemokrasi, biarkan saja menawarkan sistem lain dengan syarat didukung rakyat dan mampu memberi keadilan merata dan memulihkan harga diri mereka yang sekian lama tertindas.

Bagaimana kira-kira masa depan revolusi Arab ini, tidak mudah untuk dikatakan. Banyak sekali faktor penentu yang terlibat di dalamnya. Tetapi, setidak-tidaknya, dunia Arab kini telah berubah, bukan diawali dari istana atau tekanan dari luar, melainkan sepenuhnya digerakkan oleh kesadaran rakyat di tingkat akar rumput, seperti kenekatan seorang Mohamed Bouazizi yang menyulut kemarahan luas.

Mesir dalam tempo dekat juga akan mengadakan pemilu, kemudian tahun depan akan disusul oleh Libya yang situasinya lebih ruwet, terutama karena adanya campur tangan NATO dalam upaya penggulingan Qadafi pada 20 Oktober 2011. Proses kematian Qadafi ini telah memicu kontroversi yang luas di Barat dan dunia Arab. Entah bagamana solusinya di kemudian hari, kita tunda saja untuk mengatakannya.

Berbeda dengan Tunisia dan Libya yang membatasi akses terhadap informasi, baik media cetak/elektronik maupun dunia maya, Presiden Mubarak justru membuka sumber informasi secara luas yang ternyata kemudian telah mempercepat keruntuhan rezimnya. Di era yang serbadigital ini, mengebiri sumber-sumber informasi bagi rakyat banyak tidak banyak faedahnya lagi.

Dasawarsa kedua abad ke-21 adalah sebuah testimoni bagi revolusi Arab yang pasti tidak mungkin dibendung lagi. Dengan segala kemungkinan munculnya korban-korban baru dalam revolusi Arab, optimisme Mosbahi perlu kita ikuti: “Di Tunisia, Mesir, Libya, dan di negara-negara Arab lainnya, elite politik dan intelektual cukup mampu menghadapi cobaan-cobaan sulit yang ada di depan mereka.

Elite seperti inilah yang menjadi ‘ikat pinggang pengaman’ di saat revolusi-revolusi baru Arab itu melaksanakan maksud, tujuan, dan sasaran mereka. Inilah sebenarnya yang didambakan oleh para martir tak berdosa dan yang mula-mula dari semua ini adalah seorang pemuda melarat bernama Mohamed Bouazizi.” Kita serahkan sepenuhnya kepada Sang Pencipta hidup dan mati, bagaimana selanjutnya perjalanan ruh pemuda dari Sidi Bouzid ini. Saya tidak bisa beri komentar.

Di tengah optimisme Mosbahi, kita turunkan pula pertanyaan tajam dari penyair dan novelis Yaman Ali al-Muqri dalam menjawab persoalan: “Badai dari Timur: Apakah revolusi Arab akan bertahan atau hanya sesuatu yang akan berlalu?” Inilah ujung artikel Muqri: “Oleh sebab itu, pertanyaan dari semua pertanyaan tetap saja: akankah strategi untuk me raih modernisasi bisa tampil atau setiap partai berusaha memaksakan ideologinya sendiri saat diberikan peluang untuk pegang kekuasaan? Akankah pusat kekuasaan ingat bahwa jalan [demo rakyat di jalan] punya kemampuan untuk menurunkannya setiap waktu, sebagaimana berlaku bagi para pendahulnya?”

Bagi saya, hasil renungan para sastrawan ini patut benar dipertimbangkan oleh kaum elite demi hari depan revolusi Arab yang adil. Karena, denyut nadi mereka pada hakikatnya adalah wakil nurani rakyat yang menderita.

Sumber : http://republika.co.id:8080/koran/28/148305/Revolusi_Arab_dalam_Sorotan_III

 
< Prev   Next >

Lynda Photoshop and Bridge CS5 for Photographers New Features
ACDSee Picture Frame Manager
1Password 3 for Mac
Red Giant PlaneSpace MAC
Norton AntiVirus 11 for MAC
Adobe Photoshop CS5 Extended Student and Teacher Edition MAC
Lynda AutoCAD 2009 Essential Training
Microsoft Office Professional Plus 2010 32 Bit
VMware Fusion 2
Autodesk AutoCAD 2012