|
Buya Syafii Kehabisan Kata-kata Lihat Gaya Hidup Pejabat Hedon |
|
|
|
|
Tuesday, 15 November 2011 |
|
Jakarta -
Ketua KPK Busyro Muqoddas menyindir para pejabat yang
hedonis, pragmatis, dan perlente. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya
Syafii Maarif menilai apa yang disampaikan Busyro tepat. Buya sampai
kehabisan kata-kata untuk mengomentari gaya hidup pejabat yang hedon
tersebut.
"Apa lagi yang harus saya komentari. Apa yang
disampaikan Pak Busyro itu memang benar. Ini fenomena gunung es," tutur
Buya Syafii saat dihubungi detikcom, Jumat (11/11/2011).
Busyro menilai saat ini Indonesia sedang terpuruk akibat tingkah para
pejabat yang korupsi. Indonesia hidup di lingkungan dengan kultur yang
kotor, ini turut merusak demokrasi. Namun Buya selalu berpesan agar
masyarakat Indonesia tidak pernah putus asa melakukan perbaikan untuk
negeri.
"Kita jangan pernah putus asa kalau pemimpin formal tidak bisa melakukan hal itu," pesannya.
Ketua
Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menyindir pejabat
negara dan anggota Dewan yang kerap kali bergaya parlente. Ia menilai
lembaga negara dihuni pemberhala nafsu dan syahwat politik kekuasaan
dengan moralitas rendah sehingga mengakibatkan berakarnya budaya
korupsi.
Hal itu dikemukakan, Busyro Muqoddas pada pidato
kebudayaan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2011 di Taman Ismail Marzuki,
Cikini, Jakarta, Kamis (10/11/2011) malam.
"Yang jelas mereka
sangat perlente, mobil dinas Crown Royal Saloon yang jauh lebih mewah
dari mobil perdana menteri negeri tetangga. Mereka lebih mencerminkan
politisi yang pragmatis-hedonis," ucap Busyro dalam pidatonya. |