|
Syuting Tengah Malam, Garin Nugroho Ditegur Pak RT |
|
|
|
|
Saturday, 29 October 2011 |
|
Jakarta - Yogyakarta selalu memberikan inspirasi yang
melimpah bagi sineas Garin Nugroho. Tak heran jika untuk film terbarunya
yang berjudul 'Mata Tertutup', Garin melakukan syutingnya di kota
kelahirannya itu. Ada enaknya, tapi juga ada tak enaknya.
Enaknya,
Garin bisa memanfaatkan rumahnya sendiri untuk lokasi syuting beberapa
adegan. Tak enaknya, Garin ditegur oleh Ketua Rukun Tetangga (RT)
setempat.
"Jadi habis syuting tengah malam, paginya ketika lewat
saya dipanggil sama Pak RT. Katanya mereka nggak bisa tidur karena saya
syutingnya memang pas adegan yang ada teriak-teriaknya," cerita Garin.
"Pak
RT bilang, Mas Garin lain kali kalau syuting mbok kita diberi tahu
kontennya, biar nggak kaget," tambah Garin seraya tertawa.
Garin meluncurkan film terbarunya itu di Blitz Megaplex, Grand
Indonesia, Jakarta, Kamis (27/11/2011) malam. Film 'Mata Tertutup'
merupakan kerjasamanya dengan Maarif Institut, sebuah lembaga yang
mengkampanyekan nilai-nilai toleransi dan anti-kekerasan.
Mengangkat
tema fundamentalisme agama, 'Mata Tertutup' dibuat berdasarkan kisah
nyata anak-anak muda Islam yang terjebak dalam gerakan radikal.
"Film
ini dimaksudkan untuk memberikan pendidikan kewarganegaraan kepada
generasi muda. Dipilih tema fundamentalisme, karena untuk pendidikan
semacam itu kita tidak bisa lagi hanya normatif, melainkan harus
dihadapkan pada kenyataan-kenyataan pahit," papar Garin.
Film
berdurasi 90 menit itu dibintangi oleh Jajang C Noer, yang berperan
sebagai ibu dari seorang anak gadis yang hilang. Belakangan diketahui,
sang anak ternyata direkrut oleh Negara Islam Indonesia (NII).
Karakter-karakter lain diperankan oleh anak-anak muda dari kalangan
teater dari sejumlah kampus di Yogyakarta.
|