| Demi JO, Syafii Maarif Rela Naik Bajaj |
|
|
|
| Wednesday, 28 September 2011 | |
|
Bukan dengan kendaraan pribadi, pria yang disapa Buya ini memilih menggunakan kendaraan umum. Bahkan, ia pun rela menggunakan bajaj berbahan bakar gas untuk menghadiri HUT Jakob Oetama.
”Saya turun di depan gedung Jakarta Post. Setelah itu, berjalan kaki ke kantor beliau (Jakob Oetama),” ucapnya. Ia mengaku perjalanan itu terasa tidak melelahkan lantaran bisa bertemu dengan Jakob Oetama dan berbicara banyak hal perihal kondisi bangsa Indonesia. ”Kami bicara banyak soal bangsa. Kenapa kok begini-begitu. Tapi, menurut saya, kita ini tidak boleh meratapi,” ucapnya. Pertemuan dengan Jakob Oetama di kantor pun berlanjut ke acara HUT ke-80 Jakob Oetama. Bertempat di gedung Bentara Budaya Jakarta, Syafii mengikuti perayaan HUT Jakob Oetama yang disertai peluncuran sebuah buku biografi bertajuk Syukur Tiada Akhir. Seusai pertemuan, pria yang disapa Buya ini pun berkomentar soal sosok Jakob Oetama. ”Sebagai manusia dia otentik. Apa yang diucapkan, dipikirkan, itu datang dari dalam, dari lubuk manusia. Saya senang,” imbuhnya. Jakob Oetama memulai karier sebagai guru sekolah menengah pertama di Jakarta awal tahun 1950-an. Ia terjun ke dunia jurnalistik saat ia menjadi redaktur mingguan Penabur tahun 1956. Setelah itu Jakob Oetama mendirikan majalah Intisari tahun 1963. Bersama PK Ojong, dua tahun kemudian Jakob menerbitkan Harian Kompas pada 28 Juni 1965. Sepeninggal Ojong, Jakob meneruskan Harian Kompas sehingga mencapai puncak kejayaannya di bisnis harian cetak hingga saat ini.(Tribunnews.com/Ade Mayasanto)
|
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




KOMPAS.com — Ahmad Syafii Maarif, mantan Ketua Umum
Pimpinan Pusat Muhammadiyah, tak ingin melepas momentum perayaan HUT
ke-80 Pemimpin Umum Harian Kompas, Jakob Oetama. Dengan
pesawat, anggota Komite Etik KPK ini pun melesat menuju Jakarta sejak
Selasa pagi (27/9/2011). Setiba di Bandara Soekarno-Hatta, Syafii
melanjutkan perjalanan menuju kantor Kompas di Palmerah Selatan, Jakarta Selatan.