Publikasi A. Syafii Maarif

Resonansi
Prespektif Gatra
Apr 26 1997
SEKULARISME VS ISLAMISME PDF Print E-mail
Sunday, 27 April 1997

DALAM tiga bulan ini, Turki mendapat perhatian dunia. Fokusnya pada masalah internal dan eksternal. Yang internal, persoalan klasik, benturan politik politisi Kemalis sekuler dukungan militer dengan kekuatan baru, Refah Partisi (Partai Kesejahteraan - PK) pimpinan Dr. Necmattin Er- bakan, 71 tahun, alumnus Sekolah Teknik Tinggi Aachen, Jerman. PK yang berideologi Islam adalah pewaris dua partai yang sudah dibubarkan, Milli Nizam Partisi (Partai Ketertiban Nasional) dan Milli Selamet Partisi (Partai Keselamatan Nasional) yang juga dipimpin Erbakan.

Kubu sekuler menuduh PK melancarkan Islamisasi dengan melak- sanakan prinsip syariah, seperti pemakaian jilbab dan peren- canaan pembangunan masjid agung di lapangan Taksim, Istanbul. Konflik terbuka ini memaksa Presiden Suleyman Damirel memperingatkan PK agar menahan diri, tak menyakiti kubu sekuler dan militer, dan menghormati demokrasi. Kekhawatiran Damirel ini tentu beralasan, sebab bahaya kudeta militer bukan hal asing dalam politik Turki selama 37 tahun ini.

Dua partai yang dibubarkan di atas, sekalipun secara eksplisit tak menyebut Islam sebagai ideologinya, semua pengamat tahu keduanya berorientasi Islam. Mereka tak antikemajuan, bahkan ingin mempercepat proses industrialisasi, asal diimbangi rekonstruksi moral dan spiritual, yang sangat memprihatinkan akibat sekularisme.

Lalu masalah eksternal, tarik tambang dua kekuatan itu meng- hadapi isu kuno tentang masuk tidaknya Turki ke Uni Eropa. Adalah impian kaum sekuler sejak 70 tahun lalu untuk menjadi bagian Eropa, meski wilayah Turki hanya 3% di daratan Eropa. Impian itu tak pernah menjadi kenyataan, sebab Barat tak rela Turki menjadi bagian Eropa. Pendukung Islamisme menilai keinginan itu sebagai indikasi rasa rendah diri yang parah. Sebaliknya, PK ingin merapatkan hubungan dengan negara-negara muslim, bukan hanya menempelkan diri ke Barat.

Pergumulan dua kekuatan itu tampaknya akan berlangsung lama hingga ada yang kalah atau tercipta suatu kompromi ideologis. Itu tak mudah. Islamisme, yang selama ini tertindas, diam-diam mendapat darah baru, terutama dari kalangan pengusaha kecil dan petani yang sudah bosan dengan sekularisme. Lagi pula, sekularisme gagal membawa Turki menjadi bangsa modern setanding dengan negara industri maju, sebagaimana kegagalan Islamisme ala Dinasti Usmani dalam menghadapi ekspansi Barat. Kenyataan yang tak sederhana ini menghadapkan Turki kepada dilema histor- is yang serba sukar. Sekarang kita tunggu corak Islam yang hendak ditawarkan PK, sekiranya partai ini bertahan lama dalam pemerintahan. Apakah PK berhasil membawa Turki menjadi bangsa maju lahir dan batin atau mengalami nasib seperti sekularisme ala Ataturk?

Sementara itu, keadaan ekonomi Turki -yang berpenduduk sekitar 64 juta (99% muslim) dengan laju pertambahan 2,1%- cukup men- cemaskan. Meski laju pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, 8,2%., dan pendapatan per kapita US$ 2.540, tingkat inflasinya men- capai 79,3% pada akhir 1996, dan utang luar negerinya US$ 59,8 milyar. Selain itu, nasib PK terancam. Kini terbetik kabar tentang kemungkinan kudeta militer yang keempat jika Erbakan tetap pada program keislaman.

Sekularisme Turki sebenarnya merupakan jawaban Ataturk terhadap dua tantangan yang sangat mendesak. Pertama, tantangan ek- sternal berupa politik dan militer Barat yang agresif im- perialistik siap menghapus Turki dari peta dunia. Islam dalam jubah Dinasti Usmani yang renta sudah tak berdaya menghadapi tantangan itu. Kedua, tantangan internal dalam bentuk kebekuan berpikir para ulama sejak abad-abad sebelumnya. Akibatnya, Is- lam terpasung dalam gang sempit di kawasan pinggir kehidupan manusia dalam masalah politik, ekonomi, sosial, dan ilmu pengetahuan. Islam menjadi agama individual, tergusur dari wilayah kehidupan kolektif umatnya. Dengan kata lain, sekularisme terselubung sebenarnya telah lama berlangsung. Cakupan pelaksanaan ajaran Islam dari hari ke hari makin menyempit.

Fenomena serupa, dengan gradasi bervariasi, berlaku di semua masyarakat muslim sekarang. Inilah mungkin di antara tantangan intelektual terdahsyat yang tengah dihadapi umat, jika Islam diyakini sebagai rahmat bagi alam semesta. Bila tantangan tak dijawab, sekularisme adalah alternatif yang menunggu, sekalipun sekularisme juga akan berakhir dengan kegagalan, seperti pengalaman Turki modern.

Jadi, yang dilakukan Ataturk pada 1928 adalah memberikan bing- kai legal konstitusional terhadap kenyataan tersebut. Tapi ia berangkat terlalu jauh, sehingga sistem perkawinan pun sebagai bagian hukum keluarga, misalnya, dilakukan melalui catatan sipil, terutama di kawasan bandar. Kehidupan serba permisif mewabah di kota besar. Semua ini sangat memukul nurani dan kepekaan moral kaum santri Turki. Ataturk mau habis-habisan dalam proses modernisasinya, tapi modernisasi pelitur itu tak sampai menyentuh substansi. Memang Ataturk berhasil membentuk sebuah negara-bangsa yang amat berbeda dengan struktur Imperium Usmani, yang terdiri dari berbagai bangsa dan etnisitas seperti Abbasiyah sebelumnya. Konsekuensi konsep negara ini, bangsa lain yang berada di bawah payung Turki Usmani satu per satu memisahkan diri dan merdeka. Nasionalisme, yang berasal dari Eropa, telah memicu dan mempercepat proses pemisahan ini. Ataturk berupaya mengambil langkah baru untuk menyelamatkan Turki. Tapi Imperium Usmani tak mungkin ditolong karena proses pembusukan dari dalam yang sudah berlangsung lama.

Pelajaran apa yang dapat dipetik bangsa muslim lainnya dari Turki? Banyak. Antara lain, sekularisme tak mungkin berjaya pada sebuah bangsa muslim sekalipun dipaksakan secara politik dan militer. Tapi Islamisme yang feodal dan penuh dosa sejarah juga bukan alternatif masa depan bangsa muslim. Perlu dirumus- kan sebuah Islam Qurani secara cerdas dan komprehensif, yang mampu memberi jalan keluar bagi berbagai kesulitan kemanusiaan. Itu tak hanya dihadapi umat Islam, melainkan juga dihadapi dunia modern yang serba kompleks dan sekuler ini.

feed1 Comments
rere
November 08, 2008
125.160.121.96
Votes: -1

smilies/grin.gif smilies/grin.gif smilies/grin.gif smilies/grin.gif smilies/grin.gif
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

report abuse
vote down
vote up

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
Last Updated ( Tuesday, 22 April 2008 )
 

Lynda Encore CS5 New Features
Adobe Creative Suite 5 Design Premium Student and Teacher Edition MAC
Custom Speed MAC
Sticky Brainstorming for MAC
Lynda Fireworks CS5 Essential Training
Adobe Creative Suite 4 Master Collection for Mac
Bigasoft BlackBerry Video Converter
Perspective MAC
Adobe Indesign CS5.5 Student and Teacher Edition
QuarkXPress 7 Passport Multilanguage