Jan 10 2011
Syafi'i Ma'arif: Apa Artinya Angka Pertumbuhan Ekonomi Naik kalau Rakyat Tak Merasakannya? PDF Print E-mail
Monday, 10 January 2011

EPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pendiri Ma'arif Institute, Ahmad Syafii Ma'arif, mengatakan, percuma gembar-gembor pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,8 persen kalau rakyat tetap menderita. "Untuk apa semua itu karena rakyat kecil tidak merasakan keadilan dari pertumbuhan ekonomi tersebut.  Pancasila dan UUD 1945 sangat pro anti kemiskinan," tuturnya, dalam acara Pernyataan Publik Tokoh Lintas Agama "Pencanangan Tahun Perlawanan Terhadap Kebohongan; Pengkhianatan Harus Dihentikan" di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Senin.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menambahkan, pemerintah mulai dari Presiden hingga kepala desa harus mendengar kritikan dari masyarakat. "Telinganya harus dibuka untuk mendengar aspirasi rakyat. Jangan ditutupi telinganya," katanya.

Ia melihat, kerapuhan tengah mengepung bangsa Indonesia di semua bidang, seperti sektor ekonomi, politik, maupun sosial.
"Kerapuhan tidak hanya dialami bidang ekonomi, politik, dan sosial, namun semua bidang mengalami kerapuhan," kata Buya, panggilan akrab Ahmad Syafii Ma'arif 

Ia mengatakan, Pancasila dan UUD 1945 pasal 33 yang pro terhadap anti kemiskinan tidak lagi dijadikan acuan oleh negara dan harus konstitusional. "Ini merupakan pengkhianatan. Pengkhianatan negara terhadap rakyat harus dihentikan," tegasnya.



 

feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
 
< Prev   Next >

Autodesk AutoCAD Inventor Professional Suite 2011
Ashampoo Internet Accelerator 3
Microsoft Access 2010
Nuance PaperPort Professional 12
Quite Revealing MAC
Autodesk Mudbox 2011
Joboshare DVD Ripper
Adobe Creative Suite 4 Production Premium
Lynda Flex 3 Beyond the Basics
Apple Aperture 3 for Mac
Intuit Quicken Deluxe 2009
Bulk Folders Creator