|
Buya Syafii Sekata dengan JK, Ical, dan SP, KPK Tebang Pilih |
|
|
|
|
Thursday, 16 September 2010 |
|
RMOL. Tak hanya mantan Wakil
Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, dan
Ketua Umum Nasional Demokrat Surya Paloh, mantan Ketua Umum PP
Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif juga merasakan bahwa Komisi
Pemberantasan Korupsi terkesan tebang pilih dalam menuntaskan kasus
korupsi yang ada.
"Ya, itu memang terasa. Makanya pada masa yang akan datang KPK harus
dipimpin oleh orang yang memliki wawasan lebih luas. Karena kasus
Century ini harus dituntaskan agar kesan tebang pilih bisa dihindari.
Kasus-kasus yang lain-lain juga (harus dituntaskan)," ujar Buya Syafii,
panggilan akrabnya saat dihubungi Rakyat
Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 14/9).
Syafii kembali menegaskan, bahwa KPK harus memprioritaskan kasus korupsi
yang menyangkut uang negara dan yang terkait hajat hidup orang banyak.
Kasus bailout Bank Century,
sebutnya, jelas, terkait dengan uang negara. Walaupun, dia menyadari,
hal itu pernah dibantah sebelumnya oleh Wakil Presiden Boediono.
"Tapi kasus Bank Century ini sudah sangat telanjang (praktik
koruptifnya). Anda bayangkan, bagaimana mungkin seorang tukang bengkel
di Makassar dan tukang ojek di Tangerang bisa memiliki rekening dengan
jumlah yang sangat besar," imbuhnya.
Dia sendiri pesimis KPK saat ini bisa menuntaskan mega skandal
tersebut.
"KPK ini tidak akan bisa bekerja (memberantas korupsi) untuk (kasus)
yang lebih besar. Tidak mungkin itu, karena sudah dilemahkan,"
tandasnya. [zul] |