|
MEDAN - Meski nama-nama calon Kapolri pengganti Jenderal Bambang
Hendarso Danuri bermunculan tanpa adanya nama Komjen Susno Duadji, namun
mantan Kabareskrim itu tetap dijagokan oleh Buya Syafii Maarif,
cendekiawan nasional. Buya menilai Susno yang paling pantas memimpin
Polri ke depan.Menurut Buya, seorang Kapolri harus sosok yang
berani menghadapi permasalahan yang berat. Untuk itu, Susno dinilai
jenderal yang paling pantas dan layak. "Kapolri yang berani itu Susno,
Kapolri sekarang seperti dikerangkeng, tidak bisa melakukan apa-apa,"
katanya kepada Waspada Online, pagi ini.
Pemerintah,
lanjut Buya, belum ada kesungguhan untuk memberantas korupsi, maka
sampai saat ini masih banyak kasus-kasus korupsi yang tidak tuntas.
"Coba lihat saja, sampai sekarang kasus-kasus korupsi yang besar-besar
tak jelas dan tidak tuntas. Masih gini-gini saja. Kalau pemerintah
sungguh-sungguh, korupsi pasti bisa diberantas," tegas Buya..
Kekuasaan BHD masih terbatas karena masih banyak pertimbangan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono yang belakangan ini banyak diintervensi.
"Sejauh ini saya sendiri belum tau Kapolri saat ini bersih atau tidak.
Saya bertemu Kapolri bulan yang lalu, saya sempat singgung pak Susno
tapi dia (Kapolri) kelihatannya tidak senang," terang Buya.
Buya
menjelaskan pentingnya keberanian menjadi faktor utama untuk menjadi
Kapolri yang baik. "Calon Kapolri yang terbaik adalah Susno, dia berani
berbicara. Untuk urusan proses hukum, coba cari orang yang berani
seperti Susno, atau bisa juga minta pertimbangan Susno siapa yang bisa
seperti dia. Karena keberanian adalah faktor penting untuk Kapolri,"
tegasnya. |