|
Syafii Maarif: Menteri Agama Tidak Bijak |
|
|
|
|
Wednesday, 01 September 2010 |
|
VIVAnews - Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP)
Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif menyayangkan pernyataan Menteri Agama
Suryadharma Ali soal pembubaran Ahmadiyah.
Syafii menilai, pernyataan Menteri Agama sangat tidak tepat.
"Tanyakan kepada Menteri Agama, apa alasannya? Masih banyak pekerjaan
lain yang lebih penting dari itu," kata Ahmad Syafii Maarif dalam
perbincangan dengan VIVAnews, Selasa 31 Agustus 2010.
Pendiri
Maarif Institute ini menganggap pernyataan Menteri Agama itu tidak
bijak. Apalagi, kata dia, pernyataan pembubaran Ahmadiyah itu terlontar
dari seorang pejabat negara.
"Meski saya tidak setuju dengan
ideologi Ahmadiyah, caranya tidak bisa seperti itu," ujar peraih
penghargaan Ramon Magsaysay dari pemerintah Filipina ini.
Syafii menegaskan bahwa Ahmadiyah yang berdiri sejak 1925 itu tidak
hanya berisi satu orang. Tapi ada pula organisasi-organisasi struktural
di dalam Ahmadiyah yang melibatkan banyak orang.
Maka itu,
Syafii menyarankan agar Menteri Agama jangan mendengarkan masukan dari
salah satu pihak saja. Apalagi kalau saran dari satu pihak itu langsung
dijadikan kebijakan.
"Tapi juga tolong dengarkan pendapat pihak lain agar fair opinion. Agar lebih komprehensif," ujarnya. Syafii khawatir, "akan muncul aparat-aparat swasta yang akan merusak Ahmadiyah."
Menteri
Agama kemarin mengatakan Jamaah Ahmadiyah harus segera dibubarkan.
Rencananya, usai Lebaran, pembahasan pembubaran akan dilakukan.
"Seharusnya Ahmadiyah segera dibubarkan. Kalau tidak dibubarkan
permasalahannya akan terus berkembang," kata Suryadharma kemarin.
sumber : http://nasional.vivanews.com/news/read/174493--menteri-agama-coba-dengar-ulama-lain-
|