| Syafii: KPK Megap - Megap |
|
|
|
| Monday, 30 August 2010 | |
|
Atas dasar inilah, menurut Buya Syafii, panggilan akrabnya, KPK harus segera diselamatkan dari kondisi carut marutnya penegakkan hukum di era pemerintahan pasangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono saat ini. “Ibaratnya, nafasnya sudah Senin-Kamis. KPK seperti kehilangan darah segar, tidak seperti dulu lagi,” kata Buya Syafii. Dua calon pimpinan KPK yang telah dipilih Pansel, masing-masing Busyro Muqodas dan Bambang Wijojanto telah diajukan ke Presiden SBY, untuk selanjutnya diserahkan ke DPR. Buya berharap, kedua calon ini dapat kembali memberikan nafas atas kelesuan KPK saat ini. Darah segar, imbuh Buya, sudah harus secepatnya diberikan.
“Mudah-mudahan, KPK dapat tertolong secepatnya. Saya rasa, mereka memiliki moralitas, integritas. Jadi kalau berharap kepada yang dua ini (Busyro-Bambang) adalah figur yang seimbang,” tandasnya. Ia juga menyarankan agar kedua calon ini bekerja sebaik-baiknya. Apalagi saat ini dibutuhkan terobosan-terobosan baru di saat hukum yang berlaku di Indonesia karut marut. Menyinggung sedikit kegagalan mantan anggota Wantimpres, Jimly Asshiddiqie sebagai calon pimpinan KPK. Buya menjawab diplomatis, Jimly gagal atas perkataannya sendiri. “Ya kita sederhana saja, sesuai saja atas apa yang diucapkannya. Kalau tidak ketua, mundur. Ya bagaimana itu,” tegasnya. Busyro dan Bambang berhasil menyingkirkan lima calon lain dalam tes wawancara yang berlangsung, Kamis (26/8) di Kantor Menkumham Jakarta. sumber : http://www.surya.co.id/2010/08/29/syafii-kpk-megap-megap.html
|
|
| Pemutakhiran Terakhir ( Monday, 30 August 2010 ) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





JAKARTA | SURYA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
merupakan salah satu insitusi hukum independen. Sayangnya, saat ini KPK
dalam kondisi megap-megap. Hal ini dilontarkan Ahmad Syafii Maarif,
salah satu anggota tim Panitia Seleksi (Pansel) calon Pimpinan KPK,
Sabtu (28/8).