Aug 27 2010
Muhamadiyah Butuh Pembaharuan Filantropi PDF Print E-mail
Friday, 27 August 2010

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-Muhammadiyah didorong melakukan pembaruan dan merumuskan kebijakan filantropi dalam upaya mensejahterakan rakyat. Menurut Pendiri Maarif Institute, Syafi’i Maarif, rumusan kebijakan baru tersebut harus memiliki dampak yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas terutama dalam memperkuat ekonomi umat.

“Inilah kunci keberhasilan upaya mulia ini,”ujar dia dalam acara peluncuran buku bertajuk “Melayani Umat, Filantropi Islam dan Ideologi Kesejahteraan Kaum Modernis” di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (26/8) Syafii mengemukakan, pembaruan mutlak diperlukan karena Negara nyaris terperosok pada kebangkrutan.

Tak ada jalan lain, peran dan potensi ekonomi-politik orgnasasi semacam ormas keagamaan mesti diberdayakan sebagai kekuatan kerakyatan yang kritis di ruang publik. Sebab, ormas seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki modal sosial. Bahkan ormas juga mempunyai kemampuan melakukan kerja-kerja sosial dan pemberdayaan ekonomi rakyat.


Dalam konteks ini, Muhammadiyah telah berkonstribusi aktif terutama dalam pelembagaan amal-amal sosial di bidang kesehatan, pendidikan, dan filantropi bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat.”Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar di dunia Muslim aktif dalam kerja sosial dan pendidikan modern,”ujar dia. 

Hilman Latief, Selaku Penulis Buku, mengatakan Muhammadiyah mempunyai sejarah panjang di bidang filantropi secara umum. Namun, upaya ini tak cukup perlu didukung dengan langkah pembelaan dan advokasi terhadap kebijakan yang berpengaruh pada kesejateraan rakyat.

Sebab, arah pergerakan filantropi Muhammadiyah ke depan tak lagi sebatas mengumpulkan dana zakat . Dengan demikian, Muhammadiyah dituntut lebih berani mengupayakan negoisasi visi sebagai upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan.

Oleh karena itu, jelas Hilman, untuk memaksimalkan peran filantropi, dibutuhkan reformulasi ulang konsep kesejahteraan. Konsep kesejahteraan tersebut mencakup seluruh elemen masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, secara kelembaggaan, Muhammadiyah perlu mewujudkan lembaga khusus yang fokus mengkaji perkembangan aktual kondisi masyarakat.”Saya harap ada sinergi kuat antar lembaga-lembaga sosial, ekonomi, dan pendidikan Muhammadiyah,” harap dia

sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/10/08/26/132076-muhamadiyah-butuh-pembaharuan-filantropi



 

 
< Prev   Next >

Baca Juga....

JK: Konflik Palestina-Israel Bukan Persoalan Agama

Tuesday, 07 February 2012

article thumbnailINILAH.COM, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengapresiasi peluncuran buku Ahmad...
Selengkapnya.....

Buya Luncurkan Buku Gilad Aztmon

Tuesday, 07 February 2012

article thumbnailINILAH.COM, Jakarta - Mantan Ketua Umum PP Muhamadiyah Syafii Maarif meluncurkan buku barunya yang...
Selengkapnya.....

Berita Lainnya...

Adobe Illustrator CS4 for Mac
Lynda PowerPoint 2010 Real-World Projects
Autodesk Revit MEP 2011
Adobe Flex Builder 3 Pro
Adobe Contribute CS5
Autodesk AutoCAD Inventor Suite 2010 32 & 64 bit
Roxio Toast 10 Titanium Pro for Mac
Adobe Dreamweaver CS5 Student and Teacher Edition MAC
Autodesk AutoCAD MEP 2012
3D Image Commander MAC
ODLog MAC
Adobe Creative Suite 5 Design Premium
Adobe Creative Suite 5.5 Web Premium Student and Teacher Edition
FileMaker Pro 9 Advanced for Mac