|
Jakarta, Kompas -
Setelah hampir
satu abad berdiri, Muhammadiyah perlu memperkokoh peran sosial
kemasyarakatan yang mulai mengikis. Karena itu, pimpinan Muhammadiyah ke
depan diharapkan mampu menguatkan kembali peran persyarikatan sebagai
organisasi sosial keagamaan.
Direktur Eksekutif Maarif Institute
Fajar Riza Ul Haq mengatakan hal itu, Selasa (22/6) di Jakarta. Dia juga
mengingatkan, jati diri Muhammadiyah sebagai gerakan pembaruan harus
tetap mengakar kuat. Karena itu, Muhammadiyah membutuhkan sosok pimpinan
yang konsisten memperjuangkan nilai Islam sebagai rahmat bagi seluruh
alam.
Memasuki abad kedua, Muhammadiyah membutuhkan sosok pemimpin
yang rela mendedikasikan dirinya untuk memperkuat peran sosial
kemasyarakatan. Pemimpin yang mampu menjaga Muhammadiyah dari pengaruh
politik praktis.
”Saat ini Muhammadiyah harus dipimpin figur yang
mendedikasikan diri menjadi jangkar organisasi dengan visi
sosial-kemasyarakatannya yang kokoh. Hanya dengan itu, jati diri
Muhammadiyah sebagai gerakan pembaruan tetap akan mengakar kuat,”
katanya.
Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ton
Abdillah Has menambahkan, pimpinan Muhammadiyah harus memiliki kemampuan
manajerial yang baik. Pasalnya, Muhammadiyah tidak hanya membutuhkan
sosok ulama dan intelektual, tetapi juga manajer yang andal untuk
mengelola ribuan amal usaha persyarikatan.
Dengan kemampuan manajerial itu, diharapkan
semua amal usaha, baik sekolah, rumah sakit, perguruan tinggi, panti
sosial, maupun usaha perekonomian rakyat Muhammadiyah bisa dikelola
secara optimal. Semua amal usaha itu pun benar-benar dapat dinikmati dan
dapat memajukan kesejahteraan rakyat. Peran seperti itu yang sebenarnya
menginspirasi Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah.
Secara
terpisah, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah M Izzul Muslimin mengatakan,
pimpinan persyarikatan juga harus lebih progresif, terutama dalam
membangun jaringan internasional. ”Abad ke-2 Muhammadiyah harus go
international,” katanya.
Tiga nama
Tiga
kader muda itu juga berpendapat, Muhammadiyah memiliki banyak kader
yang layak memimpin persyarikatan. Namun, ada tiga nama yang
disebut-sebut paling layak memimpin Muhammadiyah.
Mereka adalah
Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah) serta Haedar Nashir dan
Yunahar Ilyas yang saat ini menjabat Ketua PP Muhammadiyah.
(nta/ara)
|