|
Sebagai salah satu anak panah Muhammadiyah, Syafii siap ditempatkan di
daerah mana pun untuk mengabdi kepada tanah air. Ia ditugaskan untuk
mengajar sekolah dasar di Lombok Timur, menjadi guru di sebuah desa yang
sepi. Kehidupan yang sederhana ia jalani dengan sabar di daerah yang
sangat indah itu. Namun kerinduan akan kampung halaman membuatnya pulang
setelah lima tahun ia merantau. Selama di kampung, Pi'i---nama
panggilan Syafii---menemukan bahwa takdirnya adalah untuk merantau dan
mencari ilmu setinggi-tingginya. Ia pun kembali ke tanah Jawa untuk
kuliah di Surakarta. Karena impitan ekonomi, Pi'i menjalani kuliah
sambil bekerja. Ia melakoni pekerjaan apa saja yang halal. Ia pernah
menjadi guru mengaji, tukang besi, penjaga toko kain, bahkan penjual
ayam. Sementara itu, banyak perempuan tertarik pada ketampanan Pi'i.
Sikap acuh tak acuhnya justru menjadi daya tarik bagi mereka. Bahkan
sampai ada seorang perempuan yang begitu agresif sampai menimbulkan
fitnah di kemudian hari. Namun Pii yang bertekad baja untuk berhasil
tidak sedikit pun membuka hatinya. Sampai ia kemudian dijodohkan dengan
anak saudagar kaya dari ranah Minang. Perjodohan itu pun berlanjut ke
pernikahan. Setelah menikah, ternyata hidup tak menjadi lebih ramah.
Kesulitan dan penderitaan bahkan sempat memisahkan Pi'i dari istri dan
anaknya. Ketika hidup mulai terasa lebih mudah, sebuah berita
mengejutkan telah menanti Pi'i di Padang.
Dimensi: 14 x 21 cm
Tebal: 270 halaman
Cover: Soft Cover
ISBN: 978-979-22-5812-7
Kategori: Nonfiksi / Biografi dan Memoar / Biografi orang-orang
terkenal
Tentang Pengarang: Damien Dematra
Damien Dematra adalah seorang novelis, penulis skenario, sutradara,
produser, fotografer internasional, dan pelukis. Ia telah menulis 41
novel dalam bahasa Inggris dan Indonesia, 50 skenario film dan TV
series, dan memproduksi 26 film dalam berbagai genre. Sebagai
fotografer, ia meraih berbagai puluhan penghargaan internasional, di
antaranya International Master Photographer of the Year. Damien
Dematra juga telah menghasilkan 365 karya lukis dalam waktu 1 tahun.
Selain Demi Allah, Aku Jadi Teroris, novel-novel lain karya
Damien Dematra yang telah diterbitkan di Indonesia adalah Soulmate-Belahan
Jiwa, Angels of Death-Kumpulan Kisah Malaikat Maut, If
Only I Could Hear-Kisah Suara Hati. Dua novel lainnya yang
menggunakan nama lain adalah Tarian Maut (Katyana) dan Ku Tak
Dapat Jalan Sendiri (Mark Andrew). Sebagian karya-karyanya dapat
dilihat di www.damiendematra.com
|