May 25 2010
Komunitas MAARIF Palu Wadahi Aspirasi Guru Honorer PDF Cetak E-mail
Tuesday, 25 May 2010

ImagePalu. MAARIF Institute. Komunitas MAARIF Palu pada Jumat (23/10) yang lalu melakukan kegiatan diskusi komunitas dengan menghimpun para guru honorer yang ada di lingkungan Muhammadiyah kota Palu. Tujuan dari diskusi ini selain untuk meningkatkan partisipasi guru honorer dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah Muhammadiyah, juga yang paling utama adalah mengangkat harkat dan martabat hidup para guru honorer dalam kesejahteraan mereka. Pasalnya, selama ini kesejahteraan mereka masih berada di bawah rata-rata.
 

Subaeda, selaku fasilitator diskusi tersebut mengungkapkan, "kami berharap forum diskusi ini bisa menjadi wadah bagi para guru honorer di lingkungan Muhammadiyah Palu untuk meningkatkan kesejahteraan mereka."

Menurut Zurdiati, Guru honorer dari Madrasah Ibtidaiyyah Aisyiyah, selama ini pihak pemerintah kurang memberi perhatian terhadap nasib dan kesejahteraan guru honorer. Selain itu peran organisasi Aisyiyah dirasakan masih kurang dalam memperjuangkan hak-hak guru honorer selama ini. Oleh karenanya, ke depan peran-peran penguatan terhadap para guru harus dimainkan lebih kuat oleh pihak Aisyiyah. Karena selama ini Aisyiyah lah yang seharusnya menjadi mediator antara pihak guru dan pemerintah.

Berdasarkan pengakuan para peserta diskusi yang semuanya berlatarbelakang sebagai guru honorer, selama ini tingkat kesejahteraan mereka sangat rendah. Hal ini salah satunya disebabkan oleh masih adanya perlakuan diskriminatif pihak pemerintah terhadap keberadaan guru-guru swasta. Zurdiati mengungkapkan, pihak pemerintah baik itu dinas pendidikan maupun pihak departemen Agama belum bisa memperlakukan kami secara adil, sebagaimana perlakuan mereka terhadap guru-guru PNS (guru negeri).

"Selama ini kami hanya mendapatkan honor sebesar Rp. 250.000,- perbulan dari pihak pemerintah, itupun dibayarkan per tiga bulan. Miris sekali memang nasib kami selama ini. Oleh karenanya kita butuh wadah yang bisa memperjuangkan hak-hak kami kepada pihak pemerintah," tutur Zurdiati.

"Adapun dari pihak Muhammadiyah dan Aisyiyah sendiri, selama ini kami belum mendapatkan honor tetap yang bisa diharapkan. Oleh karenanya, selama ini perjuangan kami sebagai guru ini bisa diartikan sebagai sebuah pengabdian bagi keberlangsungan proses pendidikan di lingkungan Muhammadiyah", lanjut Zurdiati.

Sementara itu informasi tentang adanya pengangkatan guru honorer sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pun masih simpang siur. Informasi tersebut sampai saat ini belum ada kejelasannya. "Kami merasa informasi tersebut hanya menjadi iming-iming bagi kami agar kami bisa akan diprioritaskan untuk diangkat menjadi PNS juga tidak jelas, bahkan guru yang sudah masuk dalam data base di departemen agama juga tidak ada tindak lanjutnya untuk diangkat, demikian juga dari pemerintah kota palu, guru yang sudah masuk dalam data base, ternyata dihapuskan namanya dalam data karena mengajar di sekolah swasta, berarti ada diskriminasi antara sekolah negeri dan sekolah swasta.

Tujuan utama forum diskusi ini adalah menampung aspirasi guru honorer untuk diteruskan kepada pihak-pihak terkait demi memperkuat peran dan partisipasi mereka di lingkungan pendidikan Muhammadiyah saat ini. "Oleh karena itu, kami akan mengukuhkan forum diskusi ini dalam bentuk sebuah wadah yang lebih permanen," jelas Subaeda. "Nanti pada akhirnya wadah yang permanen inilah yang akan menjadi tumpuan dan kendaraan para guru honorer dalam memperjuangkan berbagai tuntutan mereka", lanjut Subaeda.

Pada kesempatan diskusi itu, hal senada diungkapkan oleh salah satu peserta diskusi. Ariani Arafah, guru honorer dari MTs Muhammadiyah Al-Haq menyampaikan bahwa ke depan perlu dibentuk wadah semacam Ikatan guru honorer Muhammadiyah atau Aisyiyah kota Palu, sebagai wadah untuk memperjuangkan hak-hak guru-guru honorer.

Oleh karena itu, dalam kesempatan diskusi tersebut, para peserta sepakat untuk membentuk Forum Komunikasi Guru Honorer Muhammadiyah (FKGHM) kota Palu. Selain itu disepakati pula bahwa saudari Subaeda, S.Ag. ditunjuk sebagai Koordinator FKGHM. Forum ini untuk selanjutnya akan bekerja sebagai payung dan motor penggerak bagi perjuangan para guru honorer dalam mendapatkan hak-haknya.

Dorongan yang sangat kuat untuk membentuk forum ini datang dari pihak MAARIF Institute melalui Komunitas MAARIF di kota Palu yang mengadakan program diskusi komunitas ini. Selanjutnya, diskusi komunitas ke depan akan digawangi oleh FKGHM, yang memang secara khusus menjadi ujung tombak bagi perbaikan dan peningkatan kesejahteraan guru terutama guru honorer di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.

M. Yunus Gaffar, selaku koordinator regional program diskusi komunitas MAARIF wilayah Provinsi Sulawesi Tengah dalam sambutannya berharap agar forum ini bisa berjalan secara efektif dan maksimal. "Forum ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi terciptanya solusi alternatif atas berbagai permasalahan yang dihadapi para guru honorer", ungkap Yunus. Harapan besarnya adalah demi terciptanya kualitas pendidikan yang bermutu di kota Palu pada khususnya dan di Sulawesi Tengah pada umumnya.

Setelah melakukan pembentukan FKGHM, Subaeda selaku koordinator terpilih mengagendakan beberapa rencana tindak lanjut. Salah satu di antaranya adalah pada tiap bulannya akan ada satu hingga dua kali pertemuan guna menguatkan komunikasi di antara mereka, sehingga bisa merancang agenda-agenda strategis dalam rangka meningkatkan kesejahteraan di antara mereka.

Selain itu, pada diskusi yang akan datang, mereka akan berupaya menghadirkan pihak Dinas Pendidikan, Departemen Agama setempat, pimpinan Muhammadiyah kota Palu, dan Dikdasmen Muhammadiyah kota Palu.

"Ke depan kami akan menyampaikan berbagai keluhan yang selama ini kami rasakan selaku guru honorer pada pihak-pihak terkait, sehingga bisa lebih didengr dan diperhatikan oleh mereka," tegas Subaeda.

Forum ini tidak terbatas eksklusif hanya untuk para guru honorer yang berada di lingkungan pendidikan Muhammadiyah saja, namun akan memperluas jangkauan partisipasinya bagi para guru honorer lainnya di luar Muhammadiyah sekota Palu. "Pada pertemuan yang akan datang, kami akan mengundang para guru honorer untuk bergabung bersama kami dalam rangka memperjuangkan kesejahteraan bersama para guru honorer," tukas Subaeda.
 

Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 25 May 2010 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

MAGIX 3D Maker
AudioLava 1
Search and Replace
Adobe Flash Catalyst CS5.5 Student and Teacher Edition
Lynda Photoshop CS4 for Photographers Creative Color
Paragon Drive Backup 9 Server
Lynda Photoshop and Bridge CS5 for Photographers New Features
PopChar MAC
Alive PDF Merger
PSP Neon MAC
ACDSee FotoSlate 4 Photo Print Studio