Apr 26 2010
Tanpa Anak Muda Pintar Muhammadiyah Stagnan PDF Cetak E-mail
Monday, 26 April 2010

ImageYOGYAKARTA - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Syafii Ma'arif mengharapkan jangan dikatakan sekuler kalau orang muda pintar. Di kalangan Muhammadiyah masih ada kalangan yang konservatif, sehingga anak mu da yang pintar dan kritis di anggap sekuler.

Dulu ada kalangan muda Muhammadiyah yang menjadi dosen di Gresik yang critical. Karena mau menulis buku multikulturalisme maka dia tidak boleh mengajar. Akhirnya dia malah ditampung oleh Universitas Paramadina, tutur Bu ya Syafii . panggilan akrab Prof Dr Syafii Maarif . pada wartawan usai sebagai Keynote Speech pada acara diskusi publik dengan tema Muhammadiyah dan Buda ya Politik Kekuasaan: Penguatan Muhammadiyah sebagai Civil Society pada abad II, di Aula PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (22/4).
 

Menurut dia, orang yang konservatif itu karena tidak mengikuti perkembangan. Mereka masih menggunakan paradigma-paradigma yang usang. Karena itu Guru Bangsa ini mengharapkan agar tokoh-tokoh masyarakat Muhammadiyah termasuk yang di Pimpinan Wilayah maupun Pimpinan Daerah Muhammadiyah akrab dengan internet. Karena dengan internet merupakan kesempatan kita untuk membaca secara gratis tentang perkembangan ilmu, kata dia.

Diakui Buya Syafii, selama ini Muhammadiyah konsentrasinya di bidang amal. Hal itu baik, tetapi di zaman sekarang tidak cukup. Karena itu saya mengusulkan abad kedua Muhammadiyah dapat menampilkan dirinya sebagai gerakan ilmu, ungkap dia.

Pakar Sejarah ini juga berharap anak-anak muda Muhammadiyah dalam muktamar yang tinggal sekitar dua bulan ini masuk dalam kepemimpinan PP Muhammadiyah. Tanpa anak-anak muda yang pintar Muhammadiyah itu tidak bergerak. Sebab dinamika anak muda yang mempunyai visi jauh ke depan, kata dia.

Lebih lanjut dia mengemukakan kalau ditanya tentang apakah orang Muhammadiyah rindu kekuasaan? Jawabannya memang. Selama ini pucuk tokoh Muhammadiyah belum pernah ada yang berkuasa menjadi pemimpin negara Republik Indonesia. Amien Rais gagal, Dien Syamsuddin begini-begini saja, kata Buya Syafii yang diikuti tawa peserta diskusi.

Berbicara tentang pluralisme dan multikulturalisme menurut Buya Syafii, itu merupakan faham atau dok trin tentang kemajemukan dan kenyataannya ada. Di kitab suci Alquran banyak sekali ayat yang menyatakan tentang berbeda bahasa, suku bangsa, dan sebagainya. Namun orang Islam masih sering mempermasalahkan hal itu karena mereka berada diposisi nadir terbelakang. Keterbelakangan ini termasuk kebodohan dan kemiskinan.

Jadi, orang yang berada di posisi bawah secara peradaban, teknologi, kebodohan, pasti reaktif, defensif dan kadang-kadang ngawur. Oleh sebab itu menurut saya, Islam itu kalau mau ikut mengarahkan peradaban, masuk ke gelombang itu dan arahkan peradaban itu. Dan itu hanya bisa dilakukan kalau orang Islam itu memahami kitab suci dengan baik dan tahu benang merah Alquran, kata dia. neni r ed:heri

Sumber : http://koran.republika.co.id/koran/176/109406/Tanpa_Anak_Muda_Pintar_Muhammadiyah_Stagnan

feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
Pemutakhiran Terakhir ( Monday, 26 April 2010 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Autodesk MotionBuilder 2012
Joboshare DVD to WMV Converter
CorelDRAW Graphics Suite X5
Lynda Premiere Pro CS5 New Features
Lynda Outlook 2010 Essential Training
Sony CD Architect 5.2
Autodesk AutoCAD Inventor Suite 2010 32 & 64 bit
Autodesk AutoCAD Structural Detailing 2012
Red Giant Magic Bullet PhotoLooks 1.5
Autodesk 3ds Max 2011