PRESS RELEASE:
“Calon Penerima MAARIF Award 2010 Sedang Diproses”
Press Release MAARIF Institute, 12 April 2010, Jakarta. Undangan penominasian penerima MAARIF Award 2010 telah ditutup secara resmi per 30 Maret. Undangan yang di-release Januari lalu telah mendapat respon sangat positif dari pelbagai kalangan masyarakat, mulai dari tanah Aceh hingga Papua. “Kami telah menerima puluhan berkas nominee yang mencerminkan keragaman latar belakang dan wilayah kerja kemanusiaan setiap calon yang diusulkan. Kami ucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak maupun lembaga yang telah mengirimkan formulir MAARIF Award ini”, tutur Fajar Riza Ul Haq, Direktur Eksekutif MAARIF Institute. “Dari ringkasan profil para calon yang ada, rata-rata mereka adalah para tokoh agama, aktivis, dan pegiat sosial-kemanusiaan di tingkat lokal yang melawan intoleransi dan diskriminasi serta memperjuangkan keadilan ekonomi di banyak tempat seperti di Aceh, Kalimantan, Papua, NTT, dan Jawa “ ungkap Fajar.
Kini, anggota dewan juri MAARIF Award masih mempelajari berkas-berkas
yang masuk setelah sebelumnya persyaratan administrasinya diverifikasi
oleh tim kerja MAARIF Award . Dewan juri yang terdiri dari A. Malik
Fadjar, Clara Joewono, M. Sobary, Maria Hartiningsih, Romo Ismartono,
Suyanto, dan Syamsurizal Panggabean itu akan menentukan sejumlah
nama-nama yang layak lolos sebagai kandidat (short listed) pada
pertengahan April ini. “Saya agak surprise juga dengan tingkat
antusiasme publik terhadap upaya pencarian penerima award tahun ini.
Yang membuat saya bahagia ternyata masih banyak anak-anak bangsa di
pelosok Nusantara yang tulus bekerja untuk kemanusiaan, demi tegakknya
bangunan kemajemukan bangsa ini”, ujar Buya Syafii Maarif, pendiri
MAARIF Institute, saat dihubungi. Masih menurut mantan Ketua PP
Muhammadiyah ini, “Kita memang masih sangat membutuhkan sosok-sosok
pekerja kemanusiaan di akar rumput yang dengan tulus mendengar jeritan
nurani rakyat sekaligus memperjuangkannya dengan gigih. Jika tidak,
bangsa ini akan semakin berat menanggung beban ketidakadilan dan
ketidakamanan yang mengangkanginya sekian lama”.
Menurut Clara Joewono, ia sangat optimis kegiatan award tahun ini akan
memunculkan nama-nama terpilih yang berkualitas tinggi. “Setelah saya
cermati dari puluhan nama yang masuk, ada beberapa nama yang sangat
potential untuk dipertimbangkan sebagai penerima award. Mereka
mengagumkan seperti halnya para pemenang award tahun 2007 dan 2008”,
tutur Clara yang juga board of director CSIS ini. Dewan juri akan
bertemu dan berembug untuk memutuskan sejumlah nama yang lolos untuk
diverifkasi lapangan pada 16 April, Jumat di MAARIF Institute. Hasil
kajian dewan juri tersebut akan menjadi bahan tim kerja dalam melakukan
verifikasi lapangan sekaligus rekam jejak lapangan calon-calon yang
direkomendasikan. Proses verifikasi lapangan dan rekam jejak akan
memakan waktu maksimal satu bulan, hingga akhir Mei. Hasil verifikasi
lapangan tersebut akan dipresentasikan kepada dewan juri untuk kemudian
diberi penilaian akhir, nama-nama yang dinilai terpilih menerima award
atau justru tidak ada memenuhi penilaian sebagaimana pernah terjadi pada
proses tahun 2009. Dan nama-nama penerima award tersebut akan diumumkan
pada Malam Penganugerahan MAARIF Award 2010, 10 Juni 2010, di Taman
Ismail Marzuki, Jakarta.
Demikian release ini kami sampaikan. Terima kasih banyak atas perhatian
dan kerjasamanya.
Hormat kami,
Endang Tirtana
Ketua Tim Kerja MAARIF Award 2010
|