|
Jakarta (ANATARA)- Maarif Institute selaku panitia menerima puluhan berkas calon penerima Maarif Award 2010 dari masa penominasian penerima yang telah ditutup secara resmi 30 Maret 2010.
"Kami telah menerima puluhan berkas nominee yang mencerminkan keragaman latar belakang dan wilayah kerja kemanusiaan setiap calon yang diusulkan," kata Direktur Eksekutif Maarif Institute, Fajar Riza Ul Haq di Jakarta, Senin.
Fajar mengatakan dari ringkasan profil para calon, rata-rata mereka adalah para tokoh agama, aktivis, dan pegiat sosial-kemanusiaan di tingkat lokal yang melawan intoleransi dan diskriminasi serta memperjuangkan keadilan ekonomi di banyak tempat seperti di Aceh, Kalimantan, Papua, NTT, dan Jawa.
"Kini, anggota dewan juri Maarif Award masih mempelajari berkas-berkas
yang masuk setelah sebelumnya persyaratan administrasinya diverifikasi
oleh tim kerja Maarif Award," katanya.
Dewan juri yang terdiri dari A. Malik Fadjar, Clara Joewono, M.
Sobary, Maria Hartiningsih, Romo Ismartono, Suyanto, dan Syamsurizal
Panggabean itu akan menentukan sejumlah nama-nama yang layak lolos
sebagai kandidat (short listed) pada pertengahan April ini.
Pendiri Maarif Institute, Syafii Maarif, mengaku kaget atas tingginya
antusiasme publik terhadap upaya pencarian penerima award 2010.
"Yang membuat saya bahagia ternyata masih banyak anak-anak bangsa di
pelosok Nusantara yang tulus bekerja untuk kemanusiaan, demi tegakknya
bangunan kemajemukan bangsa ini," katanya.
Maarif mengatakan <a href="http://www.indonesia.go.id"
onMouseover="ddrivetip('<b>Republik
Indonesia</b><br>http://www.indonesia.go.id', 200)";
onMouseout="hideddrivetip()">Indonesia</a> memang memang masih
sangat membutuhkan sosok-sosok pekerja kemanusiaan di akar rumput yang
dengan tulus mendengar jeritan nurani rakyat sekaligus memperjuangkannya
dengan gigih.
"Jika tidak, bangsa ini akan semakin berat menanggung beban
ketidakadilan dan ketidakamanan yang mengangkanginya sekian lama,"
katanya.
Sedangkan salah satu juri Maarif Award 2010, Clara Joewono merasa sangat
optimis kegiatan award tahun ini akan memunculkan nama-nama terpilih
yang berkualitas tinggi.
"Setelah saya cermati dari puluhan nama yang masuk, ada beberapa nama
yang sangat potensial untuk dipertimbangkan sebagai penerima award.
Kiprah-kiprah mereka mengagumkan seperti halnya para pemenang award
tahun 2007 dan 2008" kata Clara yang juga Direksi CSIS ini.
Hasil kajian dewan juri tersebut akan menjadi bahan tim kerja dalam
melakukan verifikasi lapangan sekaligus rekam jejak lapangan calon-calon
yang direkomendasikan.
Proses verifikasi lapangan dan rekam jejak akan memakan waktu maksimal
satu bulan, hingga akhir Mei. Nama-nama penerima award tersebut akan
diumumkan pada Malam Penganugerahan MAARIF Award 2010, 10 Juni 2010, di
Jakarta.
sumber : http://www.antara-sumbar.com/id/?sumbar=berita&d=0&id=92227
|