Apr 11 2010
"Faksi" Buya Syafii Maarif PDF Print E-mail
Sunday, 11 April 2010

Oleh Dody Wisnu Pribadi

Meski novel berjudul Si Anak Kampoeng yang berwatak biografis tentang profil tokoh muslim Prof Dr Syafii Maarif ditulis secara ringan, seperti literatur remaja (teen literature/teenlit), novel ini bisa dibaca sebagai harapan di tengah kekeringan tokoh pluralisme beragama di Indonesia. Kehadiran novel ini pada generasi muda bermanfaat membantu membangun kontruksi dan pandangan pluralistik (semangat menghargai perbedaan) pembacanya. Buya Syafii patut dijadikan sebagai model panutan (role model).

Diskusi buku karya penulis muda, Damien Dematra, ini menghadirkan sejumlah pembicara, yakni pengajar Bahasa Indonesia pada Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM), Dr Djoko Saryono; pengajar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ajang Budiman; dan penulisnya, Damien Dematra, di kampus UMM, Senin (5/4).

"Banyak hal yang bisa dikritik dari buku ini, namun lebih tepat jika dilihat buku ini sebagai bagian dari cara kita mengisi dahaga akan tokoh panutan yang sudah kian langka," kata Djoko.

Novel berjudul Si Anak Kampoeng dan subjudul Berdasarkan Kisah Buya Syafii Maarif, disebutkan oleh penulisnya sebagai bagian awal dari pentaquel, atau lima seri penulisan kisah biografis Syafii. Meski tidak ada titel bahwa ini adalah kisah biografi resmi, Syafii Maarif sendiri berkomunikasi langsung dengan penulisnya, ditampilkan berfoto bersama dengan penulisnya. Dengan demikian, tampak sah sebagai versi resmi dari penjelasan Syafii.

Namun, pembaca tidak akan menemukan kodifikasi pemikiran Syafii dalam buku ini sebagai pemikir, terlebih dalam kapasitasnya sebagai guru besar dan mantan pucuk pimpinan tertinggi organisasi sosial keagamaan, Muhammadiyah. Terutama yang dikaitkan dengan posisi Syafii sebagai tokoh Muslim pluralis, yang disetarakan dengan almarhum KH Abdurrachman Wahid.

Citra pluralis diungkapkan oleh sejumlah tokoh agama non-Muslim pada bagian terakhir buku pada bab berjudul Pendapat Mereka tentang Buya Syafii Maarif, misalnya oleh filsuf Prof Dr Franz Magnis Suseno.

Penulis menyebut keduanya (Buya dan Gus Dur) sebagai guru bangsa, dan sepeninggal Gus Dur, kini Buya harus menanggungnya (peran sebagai guru bangsa itu) sendirian. Kodifikasi pemikiran keagamaan, dan terutama bagaimana keberagaman (pluralitas) rakyat Indonesia pada titik kritisnya berjumpa dengan pemikiran fundamentalistik dalam Islam, tidak dapat ditemukan dalam buku ini. Syafii Maarif dalam novel ini dimunculkan sebagai "karakter" dalam narasi imajinatif seperti halnya sebuah novel fiksi.

Djoko menyebut karya novel ini dengan istilah faksi, modus baru yang sedang menggejala dalam pasar perbukuan di Tanah Air, yang bermakna "fakta yang difiksikan".

"Akhir-akhir ini pasar perbukuan di Tanah Air rajin sekali menjual faksi. Caranya dengan menggali fakta, yang diolah oleh para penulis menjadi kisah fiksi," katanya.

Ini tidak mengherankan karena aneka kisah faktual di Indonesia saat ini, mulai dari kejatuhan pemerintahan Orde Baru lewat aksi massa, kisah perilaku bersenang-senang anak-anak penguasa, gurita korupsi, peledakan bom, sekolah teroris, penyergapan oleh pasukan antiteror, hingga bencana demi bencana.

"Juga kisah tentang konspirasi kekuasaan yang melibatkan perselingkuhan dengan wanita cantik persis seperti novel-novelnya Sidney Sheldon. Juga jual beli putusan hukum, hakim yang tertangkap tangan membawa sekarung uang. Semua fakta itu sudah merupakan bahan baku kisah yang begitu hebat, yang tak kalah hebat dengan novel John Grissam sekalipun," ucap Djoko.

Tidak ada imajinasi pengarang fiksi yang bisa mengalahkan kehebatan dan drama kisah faktual itu, tambahnya, sehingga penerbit buku kemudian memutuskan menjadikan fakta itu sebagai kisah. Pradana Boy ZTF, pengajar pada Fakultas Agama Islam (FAI) menyebut karya Damien berada dalam genre Laskar Pelangi, yang pernah merajai pasar perbukuan beberapa tahun terakhir.

Penulisnya, Damien, yang kisah hidupnya diwarnai oleh banyak bakat, sebagai sutradara 26 film, penulis 45 novel bahasa Inggris dan Indonesia, 53 skenario film, fotografer dan 365 karya lukis, menyebut karyanya amat dilatarbelakangi momentum, atau kesempatan yang tidak banyak, yang menjodohkan antara ide dan pasar

sumber ; http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/07/16580497/Faksi.Buya.Syafii.Maarif

feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
Last Updated ( Sunday, 11 April 2010 )
 
< Prev   Next >

Baca Juga....

Syafii Maarif Minta Diskusi Irshad Manji tidak dilarang

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJAKARTA--MICOM: Mantan Ketua PP Muhamadiyah Syafii Maarif meminta kampus-kampus tetap bebas dan...
Selengkapnya.....

Syafii Maarif: Seharusnya konstitusi membimbing

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJakarta (ANTARA News) – Konstitusi seharusnya membimbing perilaku bangsa dalam bidang politik dan...
Selengkapnya.....

Berita Lainnya...

Adobe Flash Professional CS5.5 MAC
Search and Replace
Adobe Creative Suite 4 Web Premium
MacFamilyTree MAC
TuneUp Utilities 2011
Autodesk AutoCAD Inventor Simulation Suite 2010 32 & 64 Bit
DVDFab 8.0.7.3 Final
Autodesk Mudbox 2012
Apple Final Cut Studio 3 Full Pack with Content
Apple Logic Studio 9 Full Pack with Content
Autodesk AutoCAD Revit Structure Suite 2012