Apr 07 2010
PSIF Bedah Novel Kisah Kecil Buya Syafii PDF Print E-mail
Wednesday, 07 April 2010

Masa kecil hingga remaja mantan Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif ternyata sangat menarik. Tokoh bangsa yang lebih akrab dipanggil Buya ini memiliki masa kecil yang indah dan mengharukan di sebuah kampung bernama Calau, di Sumpur Kudus, Sumatera Barat. Back ground kultur Minangkabau yang lekat, menambah dramatisasi kisah kecil Buya Syafii yang ditulis dalam sebuah novel berjudul Si Anak Kampoeng oleh novelis Damien Dematra. Novel setebal 248 halaman tersebut, adalah satu dari lima novel sequel tentang otobiografi Buya. 

Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF), melihat novel tersebut sebagai karya sastra yang perlu dikaji lebih dalam lagi. Itulah sebabnya, PSIF bekerjasama dengan Gramedia Pustaka Utama mengadakan acara bedah novel tersebut, Senin (05/04). Acara itu menghadirkan sang penulis Damien Dematra, dengan panelis Kepala Prodi Magister Sastra Universitas Negeri Malang (UM) Prof. Dr Joko Saryono dan Direktur PSIF, Drs. Ajang Budiman, M.Hum.

       Direktur Eksekutif Maarif Institute, Fajar Riza Julian Ul Haq, menyampaikan  novel itu menjadi sebuah persembahan jelang Muktamar Satu Abad Muhammadiyah.

               “Novel ini menunjukan bagaimana nilai- nilai Kemuhammadiyahan bisa sampai ke semua kalangan dengan cara yang lebih menarik. Kalau selama ini kan, kita hanya membaca lewat text book yang membosankan,“ tutur Fajar. 

        Diskusi berjalan cukup seru. Ajang sebagai panelis pertama sangat terkesan dengan penyampaian Damien tentang kecintaan Buya terhadap kedua orang tuanya. Terlebih rasa cinta kepada Ibundanya yang telah wafat menjadi hayalan yang cukup menyayat hati bagi para pembaca buku itu. Di sambung dengan pendapat Joko, yang menyatakan bahwa novel tersebut masih bersifat antroposentris, dimana semua cerita terpusat pada penggambaran tokoh Buya itu sendiri. Penulisan novel masih difokuskan pada sosok Buya sebagai manusia yang memiliki humanitas tinggi.

            “Akan lebih menarik kalau novel itu di bumbui dengan penggambaran keindahan alam dan budaya ranah Minang itu sendiri” ungkap Joko mengkritisi novel tersebut. 

              Selanjutnya, Joko menilai bahwa novel tersebut belum sepenuhnya menceritakan masa kecil Buya di tanah kelahirannya. “Saya belum menemukan kenikmatan membaca buku ini, karena suasana khas anak–anak kecil di Minang sana belum tergambar. Misalnya saat Buya tidur di surau,” jelas Joko menambahkan.

            Hal tersebut, dibantah si penulis dengan argumen bahwa dalam penulisan buku tersebut dibatasi pada penggambaran sosok Buya saja dan tidak melebar pada lingkungan dan budaya. “Saya tidak ingin terikat oleh aturan, because Rules are made to be broken. Saya ingin mengkombinasi cerita nyata dengan yang fiksi. Tapi novel ini 80% berdasarkan kisah hidup Buya”, ungkap Damien meyakinkan audience.
           Pengerjaan novel ini pun terkesan cukup singkat, hanya empat hari. Meski demikian, sebelum menulisnya, Damien sudah melakukan riset yang cukup lama.
           Di akhir kesempatan Ajang menegaskan, sebuah novel atau fiksi belum sah kalo kejadian tersebut belum terjadi atau kalau jaman dahulu biasa disebut dengan istilah cerita betul. Hal tersebut diamini oleh Joko yang menyatakan walaupun novel adalah karya fiksi tapi harus belajar bertolak dari fakta, jadi diperlukan riset untuk menduk cerita itu nantinya. (rwp/ trs)

 Sumber : http://www.umm.ac.id/news.php?c=1198&archive=&more=1

feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
 
< Prev   Next >

Baca Juga....

Syafii Maarif Minta Diskusi Irshad Manji tidak dilarang

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJAKARTA--MICOM: Mantan Ketua PP Muhamadiyah Syafii Maarif meminta kampus-kampus tetap bebas dan...
Selengkapnya.....

Syafii Maarif: Seharusnya konstitusi membimbing

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJakarta (ANTARA News) – Konstitusi seharusnya membimbing perilaku bangsa dalam bidang politik dan...
Selengkapnya.....

Berita Lainnya...

Adobe Creative Suite 5 Web Premium MAC
Sony CD Architect 5.2
Ableton Suite 8.2
DossierMAC
Adobe Fireworks CS4
Autodesk AutoCAD Structural Detailing 2012
1Password 3 for Mac
Joboshare DVD Creator
MyFourWalls MAC
Alive HD Video Converter
Adobe Creative Suite 5 Master Collection MAC
PhotoAcute Studio MAC
Paragon Drive Backup 9 Professional
Nuance PDF Converter Professional 6
Adobe Creative Suite 5.5 Web Premium