Apr 07 2010
Silaturahmi Pelajar Garut Membangun Solidaritas antar Pelajar PDF Print E-mail
Wednesday, 07 April 2010

ImageGarut, Maarif Institut. Komunitas diskusi Maarif Institut Garut yang dimotori oleh para pelajar memperjuangkan hak pendidikan bagi para remaja usia sekolah di daerah Bungbulang dan Singajaya. Kedua kecamatan ini berada di daerah Garut bagian Selatan yang tidak mendapatkan perhatian serius dari pihak pemerintah dalam pemerataan pembangunan. Minimnya sarana pendidikan di dua daerah tersebut memunculkan keprihatinan para pelajar se-Kabupaten Garut terhadap teman sebaya mereka.

Asep Abdurrahman, yang menjadi koordinator diskusi komunitas ini, menghimpun para pelajar yang berasal dari 17 organisasi kepelajaran se-Kabupaten Garut untuk membangun kesadaran dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi teman sebaya mereka yang belum mengecap pendidikan di daerah-daerah terpencil. "Forum diskusi komunitas ini sangat penting, selain sebagai wahana silaturahmi antar pelajar se-Kabupaten Garut, di dalam forum ini pula kami mencoba membincangkan seputar persoalan kepelajaran di daerah Garut," ungkap Asep.

17 organisasi kesiswaan yang hadir pada forum tersebut di antaranya berasal dari PD IPM Garut, OSIS SMAN 1 Tarogong Kidul, OSIS SMAN 2 Tarogong Kidul, OSIS SMAN 3 Tarogong Kidul, OSIS SMAN 1 Cisurupan, OSIS SMKN 1 Tarogong Kidul, OSIS SMKN 1 Tarogong Kaler, OSIS SPP-SPMA 1 Tarogong Kidul, OSIS SMKN 1 Karangpawitan, OSIS SMKN 1 Bayongbong, PR IPM SMAM 1 Garut, PR IPM SMAM 1 Banyuresmi, PR IPM SMAM 1 Kadungora, PR IPM SMKM 1 Kadungora, PR IPM SMKM 1 Garut, dan PR IPM Ma'had Darul Arqam.

17 perwakilan dari organisasi kesiswaan ini membentuk sebuah tim yang akan melakukan survei dan investigasi terhadap masalah pendidikan yang terjadi di daerah-daerah terpencil. "Tujuan kami berkumpul dalam wadah diskusi komunitas ini adalah untuk menampung suara kritis pelajar dalam memperjuangkan hak mereka," tutur Asep. "Kami berharap komunitas ini menjadi sebuah gerakan advokasi di antara para pelajar, khususnya yang berada di kabupaten Garut ini," lanjut Asep.

Gerakan ini akan diarahkan pada fungsi pendampingan dan pembelaan terhadap teman-teman sebaya yang berada di daerah terpencil, khususnya di daerah Garut Selatan. Di daerah Garut Selatan, pembangunan sarana pendidikan dan infrastruktur publik lainnya seperti jalan raya, listrik, dan transportasi publik belumlah dilakukan secara merata. "Khusus berkaitan dengan sarana pendidikan yang masih sangat minim, kami akan melakukan pendampingan yang intensif terhadap masalah ini. Hal ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi kami", tutur Asep.

Pada diskusi kali kedua, komunitas yang terdiri dari para pelajar ini bersepakat untuk melakukan audiensi dengan pihak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, guna mendesak diperhatikannya sarana dan kualitas pendidikan di daerah Bungbulang. Asep menegaskan, "kami akan mendesak pihak terkait untuk memperhatikan sistem pendidikan yang ada di daerah Garut Selatan, karena di daerah tersebut, pemerintah kurang memberikan perhatian secara merata."

Prihatin atas Kondisi Moral Pelajar Garut

Pada awalnya, forum diskusi komunitas ini dihadirkan untuk menjawab kegelisahan tentang kondisi moral pelajar di Garut. Fenomena merebaknya gangster yang terdiri dari pelajar SMP dan SMA di Garut membuat masyarakat resah. Di lingkungan gangster ini, para pelajar banyak melakukan aksi amoral dan berbagai tindak kejahatan yang mengganggu masyarakat. Namun ternyata, fenomena semperti ini merupakan bagian dari akibat yang disebabkan oleh berbagai sebab utama yang bersifat struktural. "Kami melihat para pelajar yang tergabung dalam gangster ini tidak memiliki ruang dan wadah untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki, sehingga akhirnya mereka terjerumus pada hal-hal negatif yang tidak diinginkan," tutur Asep.

Seharusnya pemerintah menyadari bahwa penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolah umum di Garut belum mampu menyalurkan potensi-potensi yang dimiliki oleh pelajar. Keterbatasan sarana dan prasarana untuk mengembangkan potensi para pelajar membuat mereka banyak mengalihkan aktivitas pada hal-hal yang negatif. Mereka merasa lebih diterima di kelompok gengster yang mereka masuki, ketimbang harus aktif dalam berbagi kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya masing-masing.

Dalam forum diskusi ini, Komunitas Diskusi Maarif Institut mencoba menciptakan wadah alternatif bagi para pelajar di Kabupaten Garut, sehingga mereka bisa terhindar dari berbagai kenakalan remaja yang sudah mengarah pada praktek kejahatan dan kriminalitas. Setidaknya kami mencoba menularkan kesadaran pada para pelajar akan keprihatinan terhadap minimnya proses pendidikan di daerah terpencil seperti di Kecamatan Bungbulang dan Singajaya.

"Kami mencoba untuk berbagi keprihatinan di kalangan pelajar Garut terhadap kondisi penyelenggaraan pendidikan di daerah Garut Selatan," tutur Asep. Sehingga dengan keprihatinan ini, para pelajar bisa menggalang solidaritas untuk memperjuangkan pendidikan bagi teman-teman sebayanya yang memang terpaksa tidak mengecap dunia pendidikan.

 

Last Updated ( Wednesday, 07 April 2010 )
 
< Prev

Adobe Creative Suite 5.5 Web Premium Student and Teacher Edition
Custom Speed MAC
AD Sound Recorder
CyberLink PowerDirector 8 Ultra
Alive Video Converter
Adobe Creative Suite 5.5 Master Collection MAC
Adobe Flex Builder 3 Pro
Corel VideoStudio Pro X2
Adobe InCopy CS4 for Mac
Audio Editor Gold 8.11
PhotoStyler MAC
Autopano Giga MAC