|
RENCANA kunjungan Obama ke Indonesia, Juni mendatang, ditentang beberapa
kelompok masyarakat. Ini gara-gara pemerintahan Obama dinilai nggak
becus menyelesaikan berbagai persoalan umat Islam di Timur Tengah.Dalam
sebuah diskusi publik mengenai pro-kontra kunjungan Obama yang digelar
Marif Institute di Dewan Dakwah PP Muhammadiyah, Kamis (18/3) malam.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir
mengatakan. Muhammadiyah bukan dalam posisi menghakimi apakah
seseorang boleh atau tidak datang ke negara ini. Namun, Nashier
menyatakan, semua pihak harus menghormati tamu negara.Obama akan ke
Indonesia pada Jum mendatang, setelah tiga kali dibatalkan. Pertama kali
Obama rencananya akan ke Jakarta pada November 2009, terus diundur
sampai 20-22 Maret, 23-25 Maret. Lalu nggak jadi lagi."Kunjungan
kenegaraan dalam konteks hubungan antar negara harus kita hormati," ujar
Nashier sambil menambahkan, penolakan beberapa kalangan adalah hak
demokratis yang harus dihargai, namun tidak perlu dipertentangkan secara
ekstrim.
Salah satu kelompok yang menolak kedatangan Obama adalah Hizbut
Tahrir Indonesia (HTI). "Obama adalah wakil dari AS yang sampai saat ini
masih menjajah Muslim di Irak dan Afghanistan. Kebijakan Obama masih
meneruskan kebijakan George W Bush terdahulu," kata juru bicara HTI
Ismail Yusanto dalam kesempatan yang sama.Ismail menambahkan. Indonesia
gencar dalam memerangi terorisme. Namun, menerima dengan lapang dada
bentuk terorisme yang dilakukan oleh AS dan sekutunya di negara-negara
Islam. Bahkan menyambut dengan tangan terbuka tokoh utama dibalik
terorisme itu sendiri.Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Azumardi Azra
menim-pali, sebaiknya masyarakat menghilangkan generalisasi terhadap
Obama.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menambahkan,
kedatangan Obama ke sini merupakan bukti bahwa Indonesia telah berhasil
mencuri perhatian AS. "Banyak negara-negara di dunia yang ingin menjadi
bagian dari perhatian Amerika," ujar Faizasyah.Senada dengan Faizasyah,
Ketua Lembaga Hubungan Luar Negeri Muhammadiyah Rizal Sukma mengatakan,
pertemuan nanti.sangat penting karena Indonesia mempunyai peran
strategis untuk mengkritisi kebijakan politik Obama."Indonesia berada
pada posisi yang unik untuk menyatakan ketidaksukaannya terhadap politik
Obama," kata Rizal.Menurutnya, hal ini didasarkan pada peran Indonesia
yang sekarang diperhitungkan. Indonesia saat ini tergabung dalam
kelompok dari 20 ekonomi terkemuka lt i-2ll I CR-ARM
sumber: http://bataviase.co.id/node/138960
|