|
JAKARTA, KOMPAS.com — Terkait pro-kontra kunjungan
Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia pada 22 hingga 24
Maret 2010 mendatang, Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashier ikut angkat
bicara.
Hadier Nashier mengungkapkan, Muhammadiyah tidak menolak, tetapi juga
tidak menyambut kedatangan Presiden AS tersebut ke Indonesia. "Terkait
masalah kunjungan Obama, Muhammadiyah pada intinya tidak menolak, tetapi
juga tidak menyambut secara berlebihan," kata Haedar dalam acara
diskusi "Menimbang Peran Strategis Muslim Indonesia di Kancah
Internasional di dalam Kerangka Kebijakan Politik Luar Negeri Obama"
yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (18/3/2010).
Meski
demikian, Haedar mengajak semua pihak tetap menghormati kunjungan itu
sebagai sebuah kunjungan kenegaraan. "Paling tidak kita harus
menghormati tamu. Sebaiknya kita tidak melihat kunjungan Obama tersebut
dari aspek kunjungannya, tapi lihat dari aspek yang akan dibicarakan
dalam dialog saat kunjungan nanti," katanya.
Kedatangan Obama ke
Indonesia selama tiga hari kabarnya bertujuan untuk mengesahkan hubungan
kerja sama Comprehensive Partnership atau kemitraan komprehensif antara
Indonesia-Amerika Serikat. Kerja sama bilateral kemitraan komprehensif
Indonesia-AS sendiri akan memuat beberapa poin kesepakatan dan rencana
aksi yang menyentuh semua aspek.
Kemitraan komprehensif
Indonesia-AS meliputi kesepakatan dan rencana aksi di bidang politik,
keamanan, ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan.
sumber : http://internasional.kompas.com/read/2010/03/18/21530312/Muhammadiyah.Tak.Sambut.Juga.Tak.Tolak.Obama
|