|
JAKARTA, TRIBUN -- Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dituding
tidak memihak Islam, terlihat kebijakannya untuk menambah pasukan di
Afghanistan. Akan tetapi, menurut Guru Besar Sejarah Universitas Islam
Negeri Jakarta, Azyumardi Azra, justru orang Islamlah yang sering
membuat masalah.
"Orang Islam itu sendiri yang membuat masalah, " ujarnya saat acara
diskusi publik Maarif Institute bertajuk "Menimbang eran Strategis
Muslim Indonesia di Kancah Internasional di Dalam Kerangka Kebijakan
Politik Luar Negeri Obama" di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis
(18/3).
Apa yang terjadi di Afghanistan saat pasukan Amerika Serikat
ditambahkan sekitar 3000 orang, dinilai Azyumardi adalah semata-mata
untuk mencegah terjadinya perang suku dan saudara di Afghanistan.
Begitu pula apa yang terjadi di Irak, alat-alat tempur beserta
prajuritnya, hanya digunakan untuk mencegah aksi bom bunuh diri sebagai
akibat perang sekterian antara Sunni dan Syiah.
"Coba kalau Amerika angkat kaki, apa yang terjadi di sana, " jelasnya.
Karena itulah, menurut Azyumardi jangan melihat Amerika Serikat dengan
sebelah mata saja, terlebih lagi Indonesia yang akan kedatangan Obama.
"Indonesia sebenarnya posisinya sudah baik di mata Amerika, kalau
begitu kita lihat kedatangan Obama sebagai sebuah kesempatan jangan
apriori, " tandasnya.(Tribunnews.Com/Willy Widianto)
|