|
Jakarta -
Pertemuan antara staf khusus Presiden SBY dan mantan Ketua PP
Muhammadiyah Syafii Maarif dilakukan Selasa (23/2/2010) malam. Pertemuan
itu merupakan inisiatif staf khusus SBY. Dalam pertemuan itu, staf
khusus menyampaikan salam Presiden SBY untuk Syafii.
Pertemuan
berlangsung sekitar 1,5 jam di restoran di Hotel Darmawangsa, Jakarta
Selatan, dari pukul 19.30 WIB hingga 21.00 WIB. Dalam pertemuan itu,
hadir dua staf khusus SBY, Andi Arief dan Felix Wanggai, sedangkan Buya
Syafii Maarif didampingi Fajar Riza Ul Haq, Direktur Eksekutif Syafii
Maarif Institute. Pertemuan berlangsung secara tertutup.
Saat berbincang-bincang dengan detikcom, Rabu
(24/2/2010), Fajar menceritakan kronologi pertemuan tersebut. Menurut
dia, pertemuan itu berlangsung atas permintaan Andi Arief, mantan
politisi Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang kini menjadi Staf Khusus
SBY bidang Penanggulangan Bencana.
"Awalnya pertemuan akan
digelar di kantor Syafii Maarif Institute jam 12.00 WIB. Tapi, kemudian
Andi Arief membatalkan, karena dia diminta stand by oleh Presiden SBY
hingga pukul 14.00 WIB," kata Fajar.
Pertemuan pun akhirnya
diundur hingga pukul 15.00 WIB. Namun, Andi Arief tidak hadir juga.
Sampai akhirnya, Andi Arief menyusul Syafii Maarif ke Hotel Darmawangsa,
karena kebetulan Syafii sedang menghadiri acara seminar bersama Lembaga
Survei Indonesia.
"Acara baru selesai pukul 19.00 WIB. Sehingga
pertemuan baru dimulai pukul 19.30 WIB sambil makan malam. Pertemuan
baru selesai sekitar pukul 21.00 WIB," kata dia.
Dalam pertemuan
itu, Andi Arief menyampaikan maksud kedatangannya untuk melakukan
silaturahim dengan Syafii, karena Syafii merupakan salah satu tokoh
bangsa. Andi juga ingin menyampaikan informasi-informasi agar Syafii
memiliki informasi yang seimbang mengenai kasus-kasus mutakhir, termasuk
soal kasus Century.
Dalam pertemuan itu, Syafii lebih banyak
menganlisis dan mengkritik pemerintahan SBY. Antara lain, Syafii menilai
Presiden SBY terlalu lamban dalam menyelesaikan kasus-kasus yang
muncul, termasuk Century. "Istana cenderung bertahan dan menutup-nutupi.
Komunikasi yang dibangun kurang bagus," kata Syafii seperti disampaikan
Fajar.
Pada pertemuan itu, Andi Arief juga menyodorkan kepada
Syafii dokumen mengenai adanya kasus L/C di Bank Century Misbakhun,
anggota DPR dari PKS. "Saat disodorkan dokumen itu, Buya menanggapi
biasa saja, tidak kaget. Karena sebelumnya Buya juga sudah mengetahui
soal itu dari media massa. Jadi tidak benar pernyataan Andi Arief bahwa
Buya kaget," ujar dia.
Di akhir pertemuan, kata Fajar, Andi
Arief memang menawarkan untuk mempertemukan Buya dengan Presiden SBY,
meski waktunya masih dicari yang pas. "Andi Arief juga menyampaikan
salam Presiden SBY untuk Buya Syafii," terang Fajar. (asy/nrl)
sumber: Detik.com
|