|
INILAH.COM, Jakarta - Bangsa ini masih punya tokoh panutan
berintegritas tinggi. Cendekiawan muslim dan mantan Ketua PP
Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif, sang tokoh itu,
menolak memenuhi
undangan bertemu Presiden SBY soal Bank Century. Mengapa?
Buya Syafii
menolak memenuhi undangan Presiden SBY
yang ingin
meminta nasihat terkait penyelesaian kasus Bank Century. Kisah ini
mengingatkan kita kepada Presiden Soeharto yang meminta bertemu Prof
Nurcholish Madjid, cendekiawna Muslim, menjelang lengser keprabon
dari istana.
Staf khusus SBY, Andi Arief, mendekati Buya Syafii dengan mengajaknya
bertemu di sebuah hotel. "Dia bilang Presiden SBY mau ketemu, saya
bilang nggaklah. Sebagai warga negara saya mau bertemu, tapi kalau
terkait Pansus Century saya nggak mau," tegas Buya
Syafii.
Buya menambahkan, dengan bertanya apa tujuan Istana mengundangnya
terkait Pansus Century, Andi pun mengatakan, 'SBY ingin meminta nasihat
dari Buya'.
"Apa yang dinasihati? Dia (SBY) itu kan lebih tahu dari saya. Pansus
itu harus dituntaskan. Century harus kita bongkar penuh. Kalau DPR masih
punya hati nurani, hasil paripurna nanti akan sesuai harapan rakyat,"
kata Syafii.
Syafii mengatakan sikapnya sudah kukuh terkait dengan kasus Bank
Century. Kasus ini harus diungkap habis. Bila bersedia bertemu SBY,
sikap Syafii bisa ditafsirkan sebagai inkonsistensi.
Andi Arief, Selasa malam, membenarkan melakukan pertemuan dengan
Syafii. Andi mengaku mengungkapkan data soal L/C fiktif Bank Century
yang salah satunya menyeret nama inisiatof Pansus M Misbakhun. Syafii,
kata Andi, kaget dengan data-data terkait Misbakhun yang disodorkannya.
Namun Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu kecewa dan kesal terhadap
Staf Khusus Presiden Andi Arief. Pasalnya,
Andi Arief menyatakan bahwa
Buya Syafii terkejut setelah mengetahui kasus letter of credit politisi
PKS Muhammad Misbakhun di Bank Century yang mengalami gagal bayar.
“Ini tidak sehat, anak ini (Andi Arief-red) menyalahgunakan. Saya
nggak ngerti soal itu,” kata Syafii kepada
pers.
Tidak hanya itu, Buya Syafii, panggilan akrabnya, juga mengatakan
Andi Arief tidak bermoral. “Ini tidak sehat, anak ini tidak bermoral,”
kesalnya.
Sepertinya, Buya Syafii merasa dijadikan tumbal oleh Andi Arief untuk
menekan PKS. Sehingga Buya menilai sosok Andi Arief ini tidak bermoral.
Andi Arief merupakan staf khusus SBY yang melobi ke sejumlah elite
parpol, termasuk PDIP. "Namun cara dan kelakuan Andi tidak simpatik
sehingga menimbulkan sinisme publik," kata seorang pengamat politik.
[mor]
sumber : inilah.com
|