|
Annida-Online--Kisah perjalanan hidup mantan
Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif kini hadir dalam bentuk novel. Penulisnya Damien Dematra, yang
terinspirasi menulis novel mengenai tokoh Muhammadiyah kelahiran Calau,
Sumatera Barat, itu setelah merasakan kehilangan Gus Dur, akhir Desember 2009
lalu. Kedua tokoh ini menurutnya adalah guru spiritual yang mengilhami banyak
sisi kehidupannya. “Setelah Gus Dur wafat, posisi guru bangsa pantas
diberikan untuk Buya Syafii Maarif. Beliau dengan Gus Dur banyak berkontribusi
dalam pemikiran pluralisme di
Indonesia.
Saya akan membuat
lima sekuel untuk novel ini
dalam jangka waktu
lima bulan,” kata Damien,
saat launching di Gedung Dakwah Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya,
Jakarta, Kamis (11/02).
Kisah hidup berbentuk novel ini merupakan adaptasi dari
otobiografi Ahmad Syafii Maarif. Dalam launching buku tersebut, berbagai
tokoh dan pimpinan organisasi agama
hadir, mewakili umat Budha, Katolik, Protestan, Hindu, dan lainnya. Hadir juga
Din Syamsuddin (Ketua PP Muhammadiyah), mantan Menteri Pendidikan Malik Fajar,
serta tokoh lainnya. Dalam testimoninya, tokoh-tokoh tersebut berharap buku
tersebut dapat menginspirasi generasi muda. Banyak pelajaran dari perjuangan
Syafii Maarif yang belajar dari kecil di sebuah kampung dan bisa menjadi tokoh
bagi bangsa
Indonesia.
Syafii Maarif sendiri mengaku dirinya tidak terlalu
antusias kisah hidupnya dibukukan. Termasuk pula rencana buku tersebut akan
difilmkan dengan judul sama. Namun dirinya tak bisa menolak jika ada keinginan
kuat dari berbagai pihak yang ingin mewujudkannya. “Memang begitulah, saya
memang berasal dari kampung. Kalau pun dianggap menginspirasi, syukurlah,”
ujarnya. [Elzam]
sumber:http://www.annida-online.com/berita-umum/si-anak-kampoeng-novel-based-on-kisah-syafii-maarif.html
|