Feb 02 2010
Syafii Maarif Mencari Sosok Negarawan Indonesia PDF Cetak E-mail
Tuesday, 02 February 2010

Jakarta (ANTARA News) - Mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif sedang mencari sosok negarawan untuk dipilih sebagai penerima penghargaan yang menggunakan nama dirinya. "Indonesia sedang dalam proses mencari negarawan. Kalau politisi jumlahnya luar biasa banyak, tapi sedikit yang bisa menjadi negarawan," kata Buya Syafii Maarif dalam jumpa pers "Maarif Award 2010" di kantor Maarif Institute di Jakarta, Senin.

Sosok negarawan, menurutnya, adalah sosok yang berpikiran jauh ke depan dan mementingkan rakyat banyak dibandingkan politisi yang lebih mementingkan diri sendiri dan kelompoknya. "Kita sedang mencari tokoh yang mengayomi masyarakat. Tidak peduli agama, suku, dan asalnya," ujar Buya.

Dia mengaku gusar dengan pola-pola kepemimpinan yang mementingkan popularitas dan menomorduakan substani menjadi seorang pemimpin yang terpilih secara demokratis. Menurut dia, pemimpin yang sesungguhnya adalah pemimpin yang berkomitmen dan bekerja keras sesuai panggilan nurani rakyatnya dengan tegas.

"Kita merindukan sosok-sosok pemimpin yang rela menjadi telinga dan mata bagi pencari keadilan, pendamba kesejahteraan dan pengayom bagi masyarakat bawah," katanya. Mengenai "Maarif Award", Buya Syafii bercerita pada awalnya dia menolak namnaya digunakan sebagai nama sebuah penghargaan.

Akan tetapi, rekan-rekannya memaksa agar namanya bisa dijadikan nama sebuah penghargaan. Salah satu anggota Dewan Juri "Maarif Award" Muhammad Sobary mengatakan, Syafii Maarif dipilih namanya menjadi sebuah penghargaan karena dalam sosok mantan Ketua PP Muhammadiyah tersebut ada suri tauladan yang patut ditiru masyarakat.

Dari namanya itu, lanjut Sobary, "Maarif Institute" sedang mencari tokoh pemimpin informal lokal yang tanpa gembar-gembor bekerja demi kehidupan masyarakat banyak. "Saya kira lebih banyak pahlawan bangsa tanpa tanda jasa bahkan mereka tidak dikenal sama sekali ketimbang pemimpin politik nasional yang kesadaran berbangsanya sebatas panjang bambu," kata Sobary.

"Maarif Institute" menerima masukan untuk calon nominasi peneriwa "Maarif Award" sampai 30 Maret 2010. Kelompok sasaran "Maarif Award" adalah organisasi sosial keagamaan, organisasi sipil, dan LSM yang memperjuangkan pluralisme tanpa mengenal agama dan ras.

"Maarif Award 2010" digelar untuk ketiga kalinya. Penerima "Maarif Award 2008" antara lain Cicilia Yulianti Hendayani (Blitar), TGH Hasanain Djuaini (Lombok Barat), dan Ahmad Tafsir (Semarang). (N006/A038)

sumber:http://antaranews.com/berita/1265040849/syafii-maarif-mencari-sosok-negarawan-indonesia
feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 02 February 2010 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Baca Juga....

JK: Konflik Palestina-Israel Bukan Persoalan Agama

Tuesday, 07 February 2012

article thumbnailINILAH.COM, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengapresiasi peluncuran buku Ahmad...
Selengkapnya.....

Buya Luncurkan Buku Gilad Aztmon

Tuesday, 07 February 2012

article thumbnailINILAH.COM, Jakarta - Mantan Ketua Umum PP Muhamadiyah Syafii Maarif meluncurkan buku barunya yang...
Selengkapnya.....

Berita Lainnya...

Ashampoo PowerUp 3
Adobe Photoshop CS4 Extended
Adobe Premiere Pro CS5.5 MAC
PenSoft Payroll 2010 Accounting
Autodesk 3ds Max Design 2012
Autodesk AutoCAD 2011
Bigasoft ASF Converter
Autodesk Revit Architecture 2011
Autodesk AutoCAD Electrical 2012
Adobe Indesign CS5.5
Joboshare Apple TV Video Converter