Feb 01 2010
Syafii Maarif Khawatirkan Papua Lepas dari Indonesia PDF Print E-mail
Monday, 01 February 2010

JAKARTA--Mantan Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Syafii Maarif mengkhawatirkan Papua lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Kondisi di Papua itu seperti api dalam sekam. Kalau Papua lepas dari Indonesia, saya tidak bisa membayangkan lagi dengan propinsi yang lain," kata Buya Syafii dalam jumpa pers dalam jumpa pers Maarif Award 2010 di kantor Maarif Institute di Jakarta, Senin.

Buya mengatakan keadilan yang dicita-citakan pendiri bangsa sejak proklamasi, sampai saat ini belum lah terwujud di Indonesia. "Keadilan masih jauh dari lorong sejarah," katanya.

Dia melihat kekayaan alam Papua disedot oleh pemerintah tanpa memperdulikan kemaslahatan dan kemakmuran rakyat Papua sendiri. "Tambang diambil, hutan dieksploitasi, tapi rakyat diabaikan," katanya.

Apabila paradigma keadilan digunakan oleh pemerintah untuk pembangunan di Papua, Buya yakin rakyat Papua akan ikhlas untuk tetap menjadi warga negara Indonesia. "Tetapi kalau mereka (Papua) lepas dari Indonesia, saya pikir belum siap karena SDM belum siap," katanya.

Sama seperti yang terjadi di Timor Leste, Buya Syafii melihat ada penyesalan pada rakyat Timor Leste untuk berpisah dengan Indonesia karena belum siap. Dalam kesempatan tersebut, Syafii Maarif mengatakan sedang mencari sosok negarawan untuk dipilih sebagai penerima Maarif Award 2010. "Indonesia sedang dalam proses mencari negarawan. Kalau politisi jumlahnya luar biasa banyak, tapi sedikit yang bisa menjadi negarawan," kata Buya Syafii Maarif dalam jumpa pers Maarif Award 2010 di kantor Maarif Institute di Jakarta, Senin.

Sosok negarawan, menurutnya, adalah sosok yang berpikiran jauh ke dapan dan mementingkan rakyat banyak dibandingkan politisi yang lebih mementingkan diri sendiri dan kelompoknya. "Kita sedang mencari tokoh yang mengayomi masyarakat tidak peduli agama, suku dan asalnya," ujar Buya.

Maarif Institute sendiri menerima masukan untuk calon nominasi peneriwa Maarif Award sampai 30 Maret 2010. Kelompok sasaran Maarif Award adalah organisasi sosial keagamaan, organisasi sipil, danLSM yang memperjuangkan pluralisme tanpa mengenal agama dan ras. Maarif Award 2010 digelar untuk ketiga kalinya. Penerima Maarif Award tahun 2008 antara lain Cicilia Yulianti Hendayani (Blitar), TGH. Hasanain Djuaini (Lombok Barat), dan Ahmad Tafsir (Semarang).

sumber :http://www.republika.co.id/berita/102938/syafii_maarif_khawatirkan_papua_lepas_dari_indonesia

 

 
feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
Last Updated ( Tuesday, 02 February 2010 )
 
< Prev   Next >

Baca Juga....

JK: Konflik Palestina-Israel Bukan Persoalan Agama

Tuesday, 07 February 2012

article thumbnailINILAH.COM, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengapresiasi peluncuran buku Ahmad...
Selengkapnya.....

Buya Luncurkan Buku Gilad Aztmon

Tuesday, 07 February 2012

article thumbnailINILAH.COM, Jakarta - Mantan Ketua Umum PP Muhamadiyah Syafii Maarif meluncurkan buku barunya yang...
Selengkapnya.....

Berita Lainnya...

Lynda OneNote 2010 Essential Training
Altova Authentic 2011
Microsoft Office Home and Student 2011 MAC
Lynda ColdFusion 9 AJAX Controls and Techniques
Lynda After Effects CS5 New Features
Adobe Contribute CS5 Student and Teacher Edition MAC
3D Warps MAC
Autodesk AutoCAD Inventor LT Suite 2011
Bento 2 for MAC
Adobe Flash CS4 Professional