JAKARTA-MI: Demonstrasi tandingan mendukung Kepolisian,
Kejaksaan dan Pemerintah yang belakangan marak, berpotensi besar
menimbulkan konflik horizontal di masyarakat. Karena itu, Presiden SBY harus cepat mengambil keputusan setelah Tim Delapan menyerahkan laporan dan rekomendasi lengkap. "Keadaan ini adalah kesalahan pemerintah, kenapa membiarkan terlalu
lama, sehingga orang sampai tidak percaya kepada proses hukum. Kalau
tidak cepat ditindaklanjuti, maka akan terjadi proses pembusukan," ujar
tokoh nasional Syafi'i Maarif, di Jakarta, Minggu (15/11).
Ia mengaku tidak yakin, jika demonstrasi mendukung Kepolisian dan
Kejaksaan ialah aksi atas dasar inisiatif murni dari masyarakat. Karena
gerakan ini tidak serentak dan meluas seperti dukungan terhadap KPK.
"Ini demo kepentingan, karena dua institusi (Kepolisian dan Kejaksaan)
telah kehilangan muka. Kelompok yang murni harus menunjukkan sikap
lebih dewasa, jangan terpancing emosi, apalagi menunjukkan demo yang
brutal," tuturnya.
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menambahkan, tidak semua
polisi buruk, karena itu para polisi yang baik harus menyadarkan dan
mengembalikan wibawa kepolisian.
Dalam kesempatan terpisah, pengamat politik UI Maswadi Rauf
berpendapat, aksi unjukrasa yang terjadi disebabkan lambatnya Presiden
membuat keputusan. Kejadian ini, sambungnya, berpotensi ke tahap
konflik massa. Ia mengingatkan Presiden untuk segera membuat keputusan
dalam satu atau dua hari mendatang. Presiden, kata dia, harus
membuktikan bahwa tidak bersikap ragu-ragu.
"Kalau tidak maka konflik semakin tajam, pertentangan makin
melebar. Ini bisa menimbulkan keresahan di masyarakat," ujarnya
mengingatkan.
Sedangkan aksi unjukrasa tandingan yang terjadi, menurut dia, tidak
semurni demonstrasi dukungan kepada KPK. "Itu bisa dilihat dari jumlah
massa, frekuensi, sebaran, dan variasi orang-orang yang ikut demo itu,"
ujarnya.
Demonstrasi tandingan, kata dia, karena Kepolisian dan Kejaksaan
tidak mau tinggal diam atas gelombang protes masyarakat yang
menyalahkan dua lembaga tersebut. "Mereka bisa mengerahkan massa,
banyak orang-orang yang mau untuk itu," tukasnya.
sumber :http://www.mediaindonesia.com/read/2009/11/11/105978/16/1/Demonstrasi-Tandingan-Picu-Konflik-Horizontal