|
Nurcholish Madjid Memorial Lecture III |
|
|
|
|
Wednesday, 21 October 2009 |
Nurcholish Madjid Memorial Lecture (NMML) adalah acara tahunan Yayasan
Wakaf Paramadina (YWP). Acara ini bertujuan mengapresiasi sumbangan
almarhum Nurcholish Madjid, pendiri YWP, dan memikirkan pelanjutan visi
dan cita-citanya sekarang dan di masa depan. Tahun ini, NMML
terdiri dari tiga kegiatan: (1) Orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Ahmad
Syafii Maarif, dengan tema “Politik Identitas dan Masa Depan Pluralisme
Indonesia”; (2) Penerbitan buku karangan Pippa Norris dan Ronald
Inglehart, Sekularisasi Ditinjau Kembali: Agama dan Politik di Dunia
Dewasa ini; dan (3) Penerbitan buku “Politik Identitas dan Masa Depan
Pluralisme Kita”, berisi orasi ilmiah Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif,
disertai sejumlah komentar dan kritik oleh sepuluh intelektual
Indonesia.
Orasi Ilmiah
Kali ini, Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif dipilih
untuk menyampaikan orasi ilmiah. Guru besar Universitas Negeri
Yogyakarta (UNY) yang sering dipanggil sebagai Buya Syafii ini dikenal
luas sebagai intelektual publik yang rajin menulis dan mengkritisi
perkembangan sosial, ekonomi dan politik di Tanah Air. Dia juga mantan
Ketua Umum PP Muhammadiyah.
Namun, dia juga rekan dekat almarhum
Nurcholish Madjid sejak lama, baik secara fisik (keduanya mengenyam
pendidikan doktoral di Universitas Chicago, AS), maupun “ideologis”.
Keduanya adalah pembela pluralisme yang gigih! Seperti tercermin dalam
tema pidatonya, beliau akan mendiskusikan masa depan pluralisme kita,
di tengah naiknya politik identitas.
Penerbitan Buku
Sekularisasi
Ditinjau Kembali adalah salah satu buku terpenting mengenai hubungan
antara agama dan politik yang terbit lima tahun belakangan ini. Bukan
saja temanya, sekularisasi, sedang ramai kembali dibicarakan oleh para
sarjana, tetapi metode dan cakupan studi yang dilaporkan dalam buku ini
juga mutakhir dan kokoh.
Di Indonesia, tema sekularisasi tentu
mengingatkan orang akan pidato almarhum Nurcholish Madjid yang
kontroversial pada 1970, berjudul “Keharusan Pembaharuan Islam dan
Masalah Integrasi Umat”. Penerbitan buku ini dimaksudkan untuk mengajak
pembaca untuk merenungkan kembali makna pidato di atas dan melihat
relevansinya sekarang, sejalan dengan temuan-temuan kesarjanaan
mutakhir.
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 28 October 2009 )
|