|
Muhammadiyah Harus Jadi Gerakan Ilmu |
|
|
|
|
Monday, 12 October 2009 |
YOGYAKARTA -- Muhammadiyah harus memperluas cakupan misinya sebagai
gerakan ilmu, jika perjalanan yang akan datang akan diisi secara
sungguh-sungguh dan substansial.
"Persyarikatan Muhammadiyah
tidak hanya sebagai gerakan dakwah, tetapi juga sebagai gerakan ilmu
sehingga cakupan misinya harus diperluas," ungkap Penasihat Pimpinan
Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Ahmad Syafii Maarif, di Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), akhir pekan lalu.
Menurut Buya, begitu Syafii Maarif biasa dipanggil, di usianya yang
mencapai satu abad, Muhammadiyah memang dapat dikatakan sebagai
organisasi masyarakat yang populer di bidang amal sosial, yakni
pendidikan, kesehatan, dan kemasyarakatan.
"Namun, dalam ranah
intelektualisme Islam masih sering dirasakan adanya kekurangan yang
menjurus pada stagnasi pemikiran. Oleh karena itu, Muhammadiyah sebagai
gerakan ilmu memang pantas menjadi kajian mendalam bagi para kadernya,"
paparnya.
Pihaknya menambahkan, sebagai salah satu amal usaha
Muhammadiyah yang terdepan, UMY berkewajiban untuk mendorong proses
akselerasi tumbuhnya dinamika intelektualisme Islam melalui program
Magister Studi Islam dan Doktor. "Melalui pendidikan, diharapkan para
pemikir dan aktivis Muhammadiyah dapat terinspirasi untuk memberikan
kontribusi positif, bagi dinamika peradaban Islam di Tanah Air maupun
dunia Islam," ungkapnya. ant
sumber : http://www.republika.co.id/koran/14/81660/Muhammadiyah_Harus_Jadi_Gerakan_Ilmu
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 13 October 2009 )
|