Oct 01 2009
7 Tokoh Lintas Agama Kritik Keras Upaya Kriminalisasi KPK PDF Cetak E-mail
Thursday, 01 October 2009

JAKARTA, KOMPAS.com - Tujuh tokoh lintas agama yang tergabung dalam Gerakan Penegakan Moral mengkritik keras kriminalisasi terhadap KPK. Mereka tetap mendukung eksistensi KPK dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. "Siapapun yang mencintai bangsa jangan mengobok-obok KPK," tegas Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif pendiri Maarif Institute saat jumpa pers di Kantor KPK Jakarta, Rabu ( 30/9 ).  

Pimpinan Vihara Mendut Bhikkhu Sri Pannayavaro Mahathera mengatakan, korupsi seperti penyakit kronis yang tidak dapat ditangani di rumah sakit biasa. "KPK rumah sakit luar biasa untuk tangani korupsi," tegasnya.

Syafii Maarif, kata dia, pernah menulis bahwa teroris merupakan perbuatan yang tidak beradab. Namun, koruptor lebih buruk dari teroris karena telah merugikan orang banyak dalam waktu yang sangat lama.

Untuk itu, katanya, KPK harus tegak, kuat, independent, menjadi kekuatan untuk membersihkan korupsi. Namun, sekuat apapun KPK berjuang, tidak akan membawa hasil jika kita semua tidak merubah perilaku. "Didik anak-anak kita hidup bersih. Jangan korupsi meskipun kecil-kecilan. Jika dibiarkan jadi benih," jelasnya.

Uskup Agung Jakarta, Kardinal Julius Darmaatmadja menjelaskan, tokoh-tokoh agama prihatin terhadap pelemahan KPK serta korupsi yang sulit diberantas. Untuk itu, mereka yang merupakan penegak moral ingin menegakkan moral di sekitar masalah korupsi. "Kami semua mendukung (KPK). Semoga pemecahan masalahnya tidak memperlemah KPK," tuturnya.

Seruan dukungan terhadap KPK juga dilontarkan senada oleh empat tokoh agama lain yaitu Sekretaris Umum Persekutuan Gereja Indonesia Dr. Pdt. Richard Daulay, Sekretaris Pimpinan Pusat Parisada Hindu Dharma Drs. Nyoman Udayana Sangging, Sekretaris Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia Drs. Uung Sendana, serta Konfrensi Wali Gereja Indonesia Romo Benny Sesetyo.

Romo Benny mengatakan, Gerakan Penegak Moral Bangsa hanya berkumpul jika dalam "keadaan darurat" seperti kerusuhan saat Poso dan Ambon, serta Amandemen UUD 1945 . "Kali ini kembali menandakan keadaan genting," kata dia.

feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 06 October 2009 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Baca Juga....

JK: Konflik Palestina-Israel Bukan Persoalan Agama

Tuesday, 07 February 2012

article thumbnailINILAH.COM, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengapresiasi peluncuran buku Ahmad...
Selengkapnya.....

Buya Luncurkan Buku Gilad Aztmon

Tuesday, 07 February 2012

article thumbnailINILAH.COM, Jakarta - Mantan Ketua Umum PP Muhamadiyah Syafii Maarif meluncurkan buku barunya yang...
Selengkapnya.....

Berita Lainnya...

Postbox MAC
Autodesk AutoCAD Inventor Suite 2011
Adobe Creative Suite 3 Web Premium for Mac
Adobe Photoshop Elements 9
Adobe Premiere Pro CS5 Student and Teacher Edition
Microsoft Windows 7 Professional 64 Bit
Adobe Illustrator CS4 for Mac
Proxifier MAC
Microsoft Windows 7 Home Premium 32 Bit
Red Giant Composite Wizard MAC