Sep 30 2009
“Seruan Keprihatinan” PDF Cetak E-mail
Wednesday, 30 September 2009

GERAKAN PENEGAK MORAL BANGSA

Setelah 64 tahun Indonesia merdeka, keadilan sosial dan pemberantasan kemiskinan masih merupakan cita-cita luhur yang belum tercapai. Korupsi dan perilaku kotor birokrat merupakan halangan terbesar pencapaian cita-cita tersebut. Reformasi telah memberikan harapan baru dengan lahirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang independen dan memberikan harapan kepada publik bahwa korupsi bukan satu hal yang mustahil untuk dibasmi di negeri ini. Kami melihat, beberapa kejadian terakhir, termasuk terbitnya Perppu No 4 Tahun 2009 tentang Revisi Undang-undang  KPK dan pengesahan RUU Tipikor kemarin di DPR memberikan indikasi kuat adanya usaha sistimatis memperlemah KPK yang merupakan institusi penting dalam negara demokratis. Dalam konteks inilah, kami para agamawan ingin menyampaikan beberapa hal berikut ini:  

1.        Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ada karena kebutuhan publik untuk mengembalikan kepercayaan kepada institusi keadilan yang selama ini mudah dipermainkan oleh kekuatan  uang dan kekuasaan. Dengan berdirinya KPK, institusi peradilan memiliki kekuatan untuk memaksa koruptor masuk dalam penjara. Hal ini memberikan harapan bagi masyarakat untuk memiliki optimisme bahwa korupsi di negara ini bisa dibasmi. Peranan yang begitu besar untuk menegakkan keadilan dan kebenaran memberikan kepercayaan kepada publik Internasional bahwa bangsa Indonesia bisa menegakkan otoritas hukum dimata publik. Hal ini memberikan harapan bahwa demokrasi bisa ditegakkan dengan membangun sistem yang transparan, kridibel serta membawa efek jera kepada para koruptor. Tanda suatu bangsa yang beradab bila dana-dana publik bisa dikelola demi kesejahteraan masyarakatnya dan ini merupakan cita-cita dari amanah pendiri bangsa.

 

2.        Memperlemah KPK dengan alasan apapun berarti menghianati semangat konstitusi yang didalamnya tercantum cita-cita masyarakat yang adil dan makmur serta cerdas bangsa. Cita-cita itu selama ini sudah ditunjukkan oleh KPK untuk memerangi korupsi karena dengan korupsi membawa bangsa ini pada kebangkrutan. Maka lembaga KPK harus diselamatkan dengan alasan mendasar untuk menyelamatkan keadaban publik yang saat ini mengalami kehancuran karena terjadi perselingkuhan penguasa dan modal. Hancurnya keadaban publik ini ditandai dengan dirusaknya institusi KPK. Demi martabat bangsa kami datang kesini untuk memberikan kekuatan moral kepada semua orang yang masih memiliki hati nurani untuk menyelamatkan KPK dari kekuatan hitam yang saat ini merasuki elit politik kita.  

 

3.        Kami menghimbau dengan serius agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan para pemimpin partai politik agar  mempergunakan kekuasaan dan otoritas yang mereka miliki untuk memberikan dukungan politik untuk memperkuat independensi KPK. Kekuasaan harus dipergunakan secara arif dan bijaksana untuk kepentingan rakyat Indonesia bukan untuk kepentingan keluarga, kroni, dan kepentingan citra politik jangka pendek.  

 

Demikianlah ”Seruan Keprihatinan” ini kami sampaikan, sebagai dorongan moral bagi tegaknya institusi KPK.

 

 

Jakarta, 30 September 2009

  

 

Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif                            (Pendiri MAARIF Insitute)

Kardinal Julius Darmaatmadja                           (Keuskupan Agung/KWI)

Bhikkhu Sri Pannyavaro Mahathera                 (Pemimpin Vihara Mendut/ Vice President of World Budhis Sangha Council-WBSC)

Dr. Pdt. Richard Daulay                                      (Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia-PGI)

Dr. Abdul Mu’ti                                                    (PP Muhammadiyah)

Drs. Uung Sendana, SH.                                      (Sekretaris Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia-MATAKIN)

Drs. Nyoman Udayana Sangging, SH., MM.      (Sekretaris Pimpinan Pusat Parisada Hindu Dharma Indonesia-PHDI)

Romo Benny Susetyo                                          (Konferensi Waligereja Indonesia-KWI)

Raja Juli Antoni                                                    (Direktur Eksekutif MAARIF Institute)

 
feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 30 September 2009 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Baca Juga....

JK: Konflik Palestina-Israel Bukan Persoalan Agama

Tuesday, 07 February 2012

article thumbnailINILAH.COM, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengapresiasi peluncuran buku Ahmad...
Selengkapnya.....

Buya Luncurkan Buku Gilad Aztmon

Tuesday, 07 February 2012

article thumbnailINILAH.COM, Jakarta - Mantan Ketua Umum PP Muhamadiyah Syafii Maarif meluncurkan buku barunya yang...
Selengkapnya.....

Berita Lainnya...

Lynda OneNote 2010 Essential Training
MAGIX Music Maker 16 Premium
ABBYY FineReader 10 Professional Edition
Adobe Creative Suite 5 Web Premium Student and Teacher Edition
Lynda Photoshop CS4 for Photographers Desktop Printing Techniques
Lynda Illustrator CS5 Essential Training
Autodesk Maya 2011
Joboshare DVD to AVI Converter
Ashampoo Burning Studio 9 Theme Pack
Lynda Photoshop CS4 One-on-One Advanced