|
Mantan Kepala BIN: Deradikalisasi Teroris Perlu Dukungan Warga |
|
|
|
|
Monday, 07 September 2009 |
|
Jakarta, (tvOne). Mantan Kepala BIN, Hendropriyono kepada
Antara mengatakan, metode yang digunakan untuk mengembalikan paham
radikal yang ada dalam teroris, yaitu deradikalisasi butuh dukungan
masyarakat. "Untuk membersihkan teroris harus membersihkan lingkungannya sendiri,"
katanya dalam acara Tadarus Kebangsaan Maarif Institute bertema
"Pluralisme, Film Si Anak Kampoeng, Dan Terorisme" di Pimpinan Pusat
(PP) Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Jumat.
Menurut Hendro, seharusnya masyarakat memandang aksi terorisme dari
sisi objek, yaitu korban teroris. Korban teroris, katanya, tidak ingin
tahu aksi bom bunuh diri tersebut berasal dari pejuang atau teroris,
yang mereka tahu mereka sangat dirugikan.
"Karena itu akar terorisme perlu dipotong melalui pendekatan
sosial-ekonomi dan kultural kepada subjeknya, yaitu teroris," kata
Hendro. Selama lingkungannya masih mendukung, lanjutnya, maka teroris
akan terus terjadi. Senada dengan itu, mantan Kadensus Anti Teror 88,
Surya Dharma mengatakan apabila teroris terus berjalan maka pluralisme
akan terkikis.
"Perlu komunikasi intens dan perlu hidup bersama-sama untuk menjalankan
program deradikalisasi, bukan hanya teori," katanya. Surya juga
mengimbau media massa untuk berhenti mengadu domba pendapat mengenai
teroris.
Dalam acara tersebut juga hadir mantan pimpinan Jemaah Islamiyah, Nasir
Abbas yang mengatakan aksi yang dilakukan oleh teroris bukan dilakukan
oleh mujahid karena itu bukan jihad. "Seorang muslim tidak akan
menyakiti muslim lainnya," katanya mengutip hadist Bukhari dan Muslim. sumber : http://www.tvone.co.id/berita/view/22157/2009/09/05/mantan_kepala_bin_deradikalisasi_teroris_perlu_dukungan_warga/
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 06 October 2009 )
|