Jul 03 2009
PRESS RELEASE PDF Cetak E-mail
Friday, 03 July 2009

“BEBASKAN AKTIVIS PRO DEMOKRASI BURMA

Jakarta, 2 Juli 2009. Tindakan junta militer Burma mengadili aktivis prodemokrasi Aung San Suu Kyi telah mengundang kritik dari pelbagai kalangan dibanyak negara. Pengadilan junta militer akan menjatuhkan hukuman kepada Suu Kyi atas tuduhan yang sangat tidak berdasar pada Jumat besok. Mantan Ketua PP Muhammadiyah Prof. Syafii Maarif menyayangkan langkah pemerintah Burma tersebut yang bergerak mundur menjauhi realisasi proses demokrasi sebagaimana desakan dunia Internasional. Menurut pendiri MAARIF Institute ini, kedatangan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon ke Burma hari ini (2/6) patut dihargai namun perlu juga dibarengi affirmative action agar junta militer betul-betul bersikap kooperatif terhadap utusan khusus PBB Gambari yang menangani soal Burma. “Dunia Internasional tidak cukup dengan mengingatkan junta militer, perlu ada tindakan-tindakan kongkrit yang memaksa mereka untuk tidak melecehkan hak asasi manusia”, ujar Syafii saat dimintai pendapatnya. Sebagai sesama anggota ASEAN, Indonesia semestinya bertindak lebih pro aktif, ini bukan semata urusan domestik Myanmar tapi juga sudah menyangkut masa depan demokrasi bahkan stabilitas di kawasan AsiaTenggara.

 

Buya Syafii, begitu  ia biasa dipanggil, meminta pemerintah Indonesia untuk mendesak pemerintah junta Burma untuk menunjukkan langkah-langkah positif menuju proses demokratisasi yang menjamin dan melindungi hak-hak politik warganya sesuai DUHAM PBB. Dengan reputasi sebagai salah satu negara demokratis di dunia, pemerintah Indonesia tidak hanya memiliki modal penting namun juga tanggung jawab moral-politik untuk mendorong terjadinya proses demokratisasi di kawasan ASEAN.  “Pemenjaraan kembali Suu Kyi  pasti akan berdampak buruk bagi dorongan proses politik yang demokratis sebagaimana tuntutan dunia Internasional” ,ungkap Guru Besar Sejarah UNY ini. Menurutnya, pembebasan tahanan-tahanan politik, termasuk Suu Kyi dari  ancaman hukuman pengadilan junta militer sekarang ini, merupakan salah satu tuntutan mendesak yang harus segera direalisasikan oleh rejim junta Burma. Tanpa ini berarti pihak junta masih keukeuh menutup diri dari perubahan politik yang demokratis. Indonesia sudah seharusnya mengambil peran aktif mendesak junta militer Burma untuk berkomitmen terhadap proses demokratisasi. Tidak ada pilihan lain bagi rejim militer kecuali membebaskan semua tahanan politik dan segera menggelar pemilihan umum yang jujur dan adil.

Demikian press release ini kami sampaikan. Terima kasih banyak atas perhatiannya.

Hormat kami,

Raja Juli Antoni     

Direktur Eksekutif

feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 03 July 2009 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Baca Juga....

Syafii Maarif Minta Diskusi Irshad Manji tidak dilarang

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJAKARTA--MICOM: Mantan Ketua PP Muhamadiyah Syafii Maarif meminta kampus-kampus tetap bebas dan...
Selengkapnya.....

Syafii Maarif: Seharusnya konstitusi membimbing

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJakarta (ANTARA News) – Konstitusi seharusnya membimbing perilaku bangsa dalam bidang politik dan...
Selengkapnya.....

Berita Lainnya...

Quite Revealing MAC
Microsoft Office 2003 Professional
Adobe Flash Professional CS5
Joboshare Video Converter
Adobe Dreamweaver CS5.5 Student and Teacher Edition
Microsoft Office Home and Student 2011 MAC
Adobe InCopy CS5.5 Student & Teacher Edition MAC
Apple iWork 09
Adobe Indesign CS5
VMware Workstation 6.5
Alive PDF Merger
Apple Remote Desktop 3 Unlimited Managed Systems edition