BerandaBerita Pelayanan Kesehatan Sumbar Belum Prima
Jun222009
Pelayanan Kesehatan Sumbar Belum Prima
Monday, 22 June 2009
Padang, MAARIF Institute. Dalam rangkaian program CSIAP (Civil Society Initiative Against Poverty), MAARIF Institute melakukan riset APBD dan riset lapangan mengenai persepsi atas penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Propinsi Sumbar. Pada tanggal 11 Juni 2009, bertempat di kantor Dinas Kesehatan Sumbar MI Sumbar mengadakan diskusi hasil riset yang dihadiri oleh para pejabat dinas kesehatan provinsi Sumbar, BKKBN Provinsi Sumbar, Badan Pemberdayaan Perempuan & KB Provinsi, Akademisi, ormas dan persserta para undangan lainnya berdiskusi tentang kesehatan sejumlah 30 orang.Tujuan diskusi tersebut adalah melakukan diseminasi hasil riset tentang kesehatan di Sumatera Barat. Secara umum diskusi ini berkisar tentang mutu pelayanan kesehatan yang masih jauh dari harapan masyarakat.
Untuk menentukan Kabupaten yang akan diteliti, peneliti menggunakan cluster sampling (ada 6 kabupaten miskin). Jenis pemilihan sampel adalah Probability sampling, yi: stratified random sampling. Selanjutnya penelitian ini menggunakan disproportionate stratified random sampling dengan tingkat kesalahan 10%. Berikut keterangan masing-masing sampel:
Di RSUD
Total kunjungan pasien dalam 1 tahun (BPS, 2008) adalah 25.697+14.840 = 40537/12 bulan = 3.378. Dengan taraf kesalahan 5%, sampel yang dibutuhkan adalah: 317, sementara dengan taraf kesalahan 10%, jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 251. Dengan jumlah responden di RSUD Dharmas Raya sejumlah 92, dan RSUD Pesisir selatan sejumlah 150. Berikut dilihat di bawah ini komposisinya
Tabel 1
Jumlah sampelRSUD
Kabupaten
Jumlahpasien perbulan
Sampel
Pesisir selatan “PS”
2141
2141/3377 x 251 = 159
Dharmasraya “D”
1236
1236/3377 x 251 = 91.8
Sumber: sumbardalam Angka (diolah oleh MAARIF Institute, 2009)
Di Puskesmas
Total kunjungan pasien dalam 1 tahun (BPS, 2008) adalah 12.036. Dengan Taraf kesalahan 10%, maka jumlah sampel adalah 270. Berikut dilihat di bawah ini komposisinya:
Tabel 2
Jumlah sampelPuskesmas
Kabupaten
Jumlahpasien perbulan
Sampel
Kabupaten Solok
(18 puskesmas)
7344/12036 x 270
165
Kab. Sijunjung
(12 Puskesmas)
4104/12036 x 270
92
Padang pariaman
(24 Puskesmas)
588/12036 x 270
13
Sumber: Rencana Riset Pelayanan Kesehatan, MI Sumbar 2009
Hasil riset MAARIF Institute menunjukkan bahwasanya persoalan transparansi masih menjadi catatan pasien (responden). Sejumlah 53,7 % responden menjawab bahwa belum ada keterbukaan mengenai retribusi dan biaya tindakan medik, serta 54,81% menjawab tidak tahu mengenai prosedur rujukan Askeskin.
Beberapa tanggapan peserta diantaranya dari drg.Nashrullah Zahar, yang juga seorang Kepala Puskesmas di Padang menyatakan bahwa diskusi ini sangat penting dan berharap agar ada seri-seri diskusi lainnya.Diskusi yang beliau sarankan untuk diselenggarakan adalah tentang mutu sumberdaya manusia di bidang kesehatan. Dari diskusi hari ini beliau menyatakan bahwa bicara mutu pelayanan akan sangat berkaitan erat dengan kesejahteraan. Dokter-dokter di sini memang masih belum bisa tersenyum tulus kepada para pasiennya karena memang belum sejahtera. Ini jugalah yang menyebabkan mereka sering tidak berada di rumah sakit di mana seharusnya ia melayani masyarakat. Mereka akan memilih untuk berada di rumah sakit swasta yang lebih menjanjikan kesejahteraan. Kondisi yang berlarut-larut ini mengakibatkan masyarakat tidak lagi percaya dengan puskesmas dan rumah sakit umum daerah. Mereka lebih memilih ke praktek dokter pribadi. *(def)