Jurnal Maarif

Volume 6 No 2 Nov 2011

Monday, 19 December 2011 | Administrator

article thumbnail View   
Selengkapnya

Jurnal Sebelumnya

Kliping


 

 

Kliping Magsaysay Award


 

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday242
mod_vvisit_counterYesterday208
mod_vvisit_counterThis week671
mod_vvisit_counterThis month4663
mod_vvisit_counterAll160094

Berita Media

Syafii Maarif Minta Diskusi Irshad Manji tidak dilarang

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJAKARTA--MICOM: Mantan Ketua PP Muhamadiyah Syafii Maarif meminta kampus-kampus tetap bebas dan bersikap pluralis terhadap diskusi mengenai buku Irshad Manji. Menurutnya,...
Selengkapnya

Syafii Maarif: Seharusnya konstitusi membimbing

Wednesday, 09 May 2012

article thumbnailJakarta (ANTARA News) – Konstitusi seharusnya membimbing perilaku bangsa dalam bidang politik dan ekonomi, kata mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii...
Selengkapnya

Apr 21 2009
Semua Pihak Harus Mampu Menahan Diri PDF Print E-mail
Tuesday, 21 April 2009

ImageOleh: Ahmad Syafii Maarif

Pemilu legislatif yang ke-10 di Indonesia baru saja usai. Hasil-hasil sementara telah pula diumumkan. Ada beberapa kejutan yang terjadi. Yang paling menarik perhatian adalah Partai Demokrat, yang pada Pemilu 2004 mengusung pasangan SBY-Kalla hanya meraih 7.45 persen, kini melambung menjadi hampir tiga kali lipat. Golkar dan PDIP ditempatkan pada posisi-posisi berikutnya, disusul oleh enam partai tengah dengan perolehan suara di bawah 10 persen. Partai-partai nasional yang berjumlah 38 tampaknya tidak akan lebih dari sembilan partai yang bisa lolos ke Senayan. Selainnya dengan raihan suara antara 0-1, harus cari pekerjaan lain. Fakta ini sekaligus menjelaskan bahwa proses penyerderhanaan sistem kepartaian telah terjadi berdasarkan UU yang ada dengan keharusan memperoleh 2.5 persen untuk parliamentary threshold.

Hari-hari pascapemilu ternyata masih berbuntut panjang. KPU dinilai tidak profesional dalam melaksanakan tugas kenegaraannya sehingga mengundang protes di mana-mana. Masalah DPT (daftar pemilih tetap) yang amburadul mengakibatkan jutaan warga negara tidak dapat menggunakan hak pilihnya. Tuduhan penggelembungan suara untuk partai tertentu, mayat yang menjadi caleg, seorang pemilih yang mendapat panggilan sampai beberapa kali, dan banyak yang lain. Semuanya ini telah dijadikan mesiu perdebatan yang semakin memanas, terutama via media televisi. Belum lagi kita menyinggung biaya pemilu yang triliunan dari APBN plus ongkos iklan partai yang menggunung. Sampai-sampai beredar pendapat bahwa Pemilu 2009 adalah yang terburuk di era reformasi.

Bahwa kualitas pemilu wajib diperbaiki, semua orang harus sependapat. Pemerintah dan KPU mesti mengakui secara jujur cacat-cacat demokrasi yang masih melekat dalam kultur politik kita. Tetapi, apakah orang harus berpikir dan bertindak ekstrem dengan menganggap Pemilu 2009 sebagai tidak sah dan harus diulang?

 Dalam perjalanan sejarah kontemporer Indonesia, semua bentuk dan corak ekstremitas pada akhirnya pasti tertolak, tidak punya tempat dalam peta bangsa ini. Oleh sebab itu, saya berharap, semua masalah bangsa yang berkaitan dengan Pemilu 2009 mari kita selesaikan secara adil, terbuka, tanpa luapan emosi yang berlebihan. Apalagi dengan mengancam segala. Itu tidaklah elok di mata sila kedua Pancasila, yaitu 'Kemanusiaan yang adil dan beradab'. Pelanggaran yang terjadi seharusnya diselesaikan secara hukum, administratif, musyawarah, adat, dan melalui kearifan lokal lainnya.

Segala yang busuk jangan ditutupi. Sebab, baunya akan terbang ke segala penjuru. Sikap yang terbaik adalah semua pihak harus mampu menahan diri untuk tidak terjerembab ke kutub ekstrem yang hanya akan membawa bencana yang lebih besar bagi bangsa yang sarat masalah ini. Namun, segala sengketa politik harus diselesaikan secara tuntas dengan jiwa besar. Mari, kita sama-sama belajar menjadi negarawan dengan lebih memusatkan perhatian kepada masalah-masalah besar bangsa dan negara. Eman-eman, Indonesia kita sudah terlalu sering dijadikan kelinci percobaan oleh mereka yang tidak bertanggung jawab demi kekuasaan.

Last Updated ( Friday, 24 April 2009 )
 
< Prev   Next >

Microsoft Office Project Professional 2007
FarPoint Spread 8
Mail Act-On MAC
Bigasoft DVD to 3GP Converter
Foodurama MAC
Adobe Creative Suite 5.5 Design Premium
Autodesk AutoCAD Electrical 2010 32 & 64 Bit
Lynda AutoCAD 2010 New Features
Nuance PDF Converter Enterprise 6
System TuneUp 64 Bit
Lynda 3ds Max 2010 Textures and Materials
Microsoft Office Home and Business 2010 32 Bit
Autodesk Design Suite Ultimate 2012
Joboshare DVD to 3GP Converter
Intuit TurboTax Home & Business 2010