Publikasi A. Syafii Maarif

Resonansi
Prespektif Gatra
Dec 18 2008
John Rose tentang Zionisme (II-Habis) PDF Print E-mail
Thursday, 18 December 2008

Oleh Ahmad Syafii Maarif

Ahmad Syafii MaarifAkar Zionisme yang berkembang kemudian semula berawal di Eropa Timur. Di akhir abad ke-19, lebih dari separuh orang Yahudi sedunia hidup di tengah-tengah imperium Tsar Rusia yang sedang oleng. Modernisasi Eropa menantang penguasa-penguasa feodal ini. Revolusi mengancam untuk menghabisi mereka dan orang-orang Yahudi dijadikan kambing hitam.

Tsar Rusia telah berlaku kejam terhadap orang Yahudi. Maka, mulailah mereka pindah ke Eropa Barat dan Amerika. Tetapi, di antara mereka ada sekelompok kecil yang menerima imbauan yang sedang muncul dari kaum Zionis dan pergilah mereka ke Palestina.

Dengan kejadian ini bermulalah sebuah sejarah panjang yang kemudian berdarah-darah antara pendatang Yahudi di Palestina dan bangsa Arab. Sampai di awal abad ke-21 ini, perdamaian abadi belum lagi menjadi kenyataan di kawasan itu. Amerika dan Eropa Barat punya kepentingan strategis terhadap negara Zionis Israel.

Pendatang Yahudi dari Eropa Timur ini merupakan inti pendudukan Zionis di Palestina. Rose menulis: ''Zionisme adalah sebuah gerakan kolonial yang didukung oleh kekuatan-kekuatan imperial Barat.''

Pendatang-pendatang Zionis mulailah menggusur petani-petani Arab yang telah mengerjakan tanah selama berabad-abad di sana. Zionisme adalah juga sebuah proyek imperialisme Barat. Inggris menduduki Palestina sebagai buah kemenangannya dalam PD (Perang Dunia) I. Winston Churchil pada 1921 mengatakan, ''Zionisme baik bagi Yahudi dan baik bagi Imperium Inggris.''

Pasca-Perang Dunia (PD) II, Amerika Serikat telah menjadi kekuatan dominan di kawasan itu, dan selalu mendukung Israel. Presiden Ronald Reagan tahun 1981 menjelaskan, ''Dengan sebuah militer yang berpengalaman tempur, Israel adalah sebuah kekuatan di Timur Tengah yang sungguh bermanfaat bagi kita. Sekiranya tidak ada Israel dengan kekuatan itu, kita harus menyuplainya dengan kekuatan sendiri.'' Di akhir abad ke-20, Amerika telah mengucurkan dana sebesar 100 miliar dolar AS demi mendukung Israel. Karena dukungan dahsyat inilah Israel tetap bertahan, tetapi untuk berapa lama?

Usai PD II, pihak Zionis menjadikan pembinasaan Nazi terhadap orang Yahudi di Eropa sebagai pembenaran bagi terbentuknya negara Israel tahun 1948. Ini sama sekali tidak dapat dibenarkan. Nazi yang punya ulah, mengapa tanah Palestina yang dikorbankan? Pada saat itu hampir satu juta rakyat Palestina dipaksa meninggalkan tanah airnya bagi terwujudnya negara Israel itu. Dengan kata lain, rakyat Palestina diharuskan membayar ongkos pembunuhan Nazi terhadap Yahudi. Cara yang semacam ini tidak lain dari pada penyalahgunaan memori yang serius terhadap salah satu kejahatan yang paling buruk dalam sejarah.

Struktur negara Zionis menghalangi sebuah perdamaian yang wajar karena ia memberikan keistimewaan kepada orang Yahudi atas pengorbanan orang Arab. Hubungan Arab-Yahudi jauh lebih baik sebelum kedatangan pendudukan Zionis, sebuah pelajaran yang dapat dipetik dari masa lampau itu. Bahkan, sarjana sayap kanan Yahudi, Bernard Lewis, mengakui apa yang disebutnya sebagai ''simbiosis'' Arab Islam-Yahudi pada puncak peradaban Islam, sebuah hubungan yang subur antara kedua bangsa dan sebuah kultur ''Islamic-Judeo'' telah terbentuk.

Di Irak misalnya, pasca-PD II, ada pemberontakan massal, al-Wathbah/Lompatan, terhadap pemerintah monarkis boneka. Tidak sedikit anak muda Yahudi Irak yang terlibat dalam pemberontakan itu, bahkan kaum Zionis mengakui ''era persaudaraan'' ini, sedangkan gagasan untuk pindah ke Palestina pada waktu itu masih terlihat ''jauh''. Amat disayangkan, gerakan ini dikalahkan, kemudian kaum Zionis, Amerika, Inggris, dan pemerintah Irak memaksa penduduk kuno Yahudi itu hijrah ke Israel. Ini adalah tragedi yang hanya sedikit dikenal pada abad yang lalu.

Di awal abad itu, tidak kurang dari sepertiga di antara 100 pemusik puncak Irak adalah orang Yahudi. Bukankah semuanya ini sedikit dapat dijadikan sinar untuk meneropong masa depan yang sangat berbeda?
Akhirnya catatan dari ASM. Banyak orang berharap bahwa Amerika di bawah Barack Obama akan mau belajar secara cerdas dan jernih dalam upaya turut menciptakan sebuah dunia yang lebih damai, termasuk penyelesaian sengketa Arab-Israel di atas. Jelas tidak mudah karena trauma sejarah yang begitu gelap telah menghantui dunia Arab yang selalu merasa ditipu pihak Barat dan Zionis.

Sisi lain, sebagaimana telah disinggung di atas, perpecahan yang terus melanda dunia Arab pasti telah menguntungkan pihak Zionis untuk terus bercokol di tanah Palestina. Tetapi, siapa tahu dengan rekaman Rose di atas, dunia beradab akan tersentak, karena ternyata hubungan Arab-Yahudi pra-Zionisme pernah bagus dan saling mengisi.

Sumber : www.republika.co.id

feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
 
Next >

Adobe Flash CS4 Professional for Mac
ZOC MAC
Alive HD Video Converter
Ice Pattern MAC
Lynda After Effects CS5 New Creative Techniques
VPN-X Client for MAC
Red Giant Composite Wizard MAC
Microsoft Office Project Professional 2007
Lynda ColdFusion Builder Essential Training
Natso Backup server 2010 5.6
Red Giant Knoll Light Factory for Photoshop 3.2
Adobe Indesign CS5.5
Autodesk 3ds Max 2010 32 & 64 Bit
MyFourWalls MAC