Who's Online

Saat ini ada 1 tamu online

Syndicate

Nov 04 2008
Buya Syafii Kikuk Disanjung PDF Cetak E-mail
Tuesday, 04 November 2008

TEMPO Interaktif, Padang: Ahmad Syafii Ma'arif, penerima Magsasay Award dari  Filipina Agustus lalu,   kikuk penghargaannya itu dirayakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (1/11). Ia marasa dibesar-besarkan. "Padahal  saya tak sebesar itu," ujarnya merendah.

Pada 1 Agustus 2008 lali mantan Ketua  Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Pendiri Maarif Institute, dianugerahi Magsaysay Award 2008 kategori Perdamaian dan Pemahaman Internasional. Dewan Pengawas Ramon Magsaysay Award Foundation di Manila,

 

Pria kelahiran Sumpur Kudus, Sumatera Barat, 31 Mei 1935, itu tak bisa mengelak mendapat anugerah.  Pun ia tak bisa menghalangi warga Sumatera Barat  ikut bergembira. Acara syukuran ini diprakarsai  pemerintah daerah dan disokong PT Semen Padang, Muhamadiyah dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia.

Di hadapan sektar 700 undangan, Buya, panggilan Syafii Ma'arif, berceritera banyak orang Minang yang merasa kehilangan kejayaan masa lampau seakan kejayaan itu sudah berlalu, apalagi ditambah dengan pengalaman pahit masa lalu.  “Akibat PRRI itu kita merasa topaniang. Sudah, biarkanlah itu berlalu,”  hadirin tertawa karena memakai bahasa Sumpur Kudus.

Ia memuji Gamawan Fauzi, Gubernur Sumatera Barat, yang  menjadi pionir dalam penerapan pemerintahan  bersih dari korupsi dan  kini diikuti daerah kabupaten dan kota lainnya di Indonesia.
“Untuk memberantas korupsi, yang harus dikembangkan itu industri hati,” pesan Syafii.

Membalas pujian  Syafii, Gamawan Fauzi mengatakan, penghargaan dari pemerintah Sumatera Barat dalam bentuk perayaan untuk Syafii bukan untuk mengenang kejayaan tokoh Minang masa lalu.  “Penghargaan untuk Buya Syafii ini menjawab kerisauan orang Minang selama ini karena tidak ada tokoh Minang yang lahir di masa sekarang. Apalah artinya acara ini dengan penghargaan Magsasay yang dianggap nobel Asia," balas Gamawan Fauzi.

Sebelumnya, Pengurus Pusat Muhammadiyah juga menggelar syukuran atas penghargaan Magsaysay Award yang diperoleh Ahmad Syafii Ma'arif. Ia adalah orang Indonesia yang ke-19 yang mendapat penghargaan tersebut.

Syafii dinilai pantas menerima penghargaan Ramon Magsaysay karena kepeduliannya terhadap penderitaan kaum miskin. Ia juga aktif memimpin gerakan moral di tengah hirup pikuk politik yang mementingkan diri sendiri maupun kelompok. Ia  berpesan  pemimpin Indonesia  meniru perilaku Ramon Magsaysay yang berpihak pada rakyat miskin. Inilah salah satu cara mengurangi kemiskinan.

Sumber : www.tempointeraktif.com

 

feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >