|
Syafii Ma'arif: Belum Ada Pemimpin yang Peduli Orang Miskin |
|
|
|
|
Tuesday, 16 September 2008 |
|
JAKARTA, SENIN- Pemimpin Indonesia
masih sedikit yang peduli pada orang miskin. Padahal, Indonesia
memerlukan pemimpin yang pro pada orang-orang yang mengalami kesulitan
itu agar bangsa ini tidak menjadi bangsa paria atau bangsa yang
terbelakang.
"Belum ada (pemimpin) yang
benar-benar serius membela orang miskin," ujar Ahmad Syafii Ma'arif
dalam acara syukuran penerimaan Magsaysay Award di Jakarta, Senin
(15/9). Mantan ketua umum pengurus pusat Muhammadiyah ini mendapatkan
penghargaan Magsaysay Award 2008 untuk kategori Peace and International Understanding pada bulan lalu di Manila.
Syafii menilai Indonesia sudah menghasilkan presiden-presiden yang
cukup hebat, tapi belum mempunyai kebijakan yang pro kepada rakyat
miskin. Indonesia, lanjut Syafii, pada tahun 50-an pernah mengalami
pemerintahan yang mempunyai program-program yang bagus. "Tapi kan
umurnya pendek-pendek," katanya. Menurutnya, Indonesia
memerlukan kebijakan yang pro rakyat miskin dan bukan kebijakan yang
membiarkan kemiskinan terjadi. "Kemiskinan harus bersifat sementara dan
sumber daya kita cukup untuk itu. Itu tergantung kepemimpinan,"
ujarnya. Pemimpin Indonesia ke depan, tambah Syafii, harus mempunyai
paradigma yang pro pada rakyat miskin. "Jika terlambat, bangsa ini akan
menjadi bangsa yang paria," ujarnya.
|