Resensi Buku AIK

 

Buku panduan guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan 

Buku ajar pendidikan Kemuhammadiyahan 

Buku ajar pendidikan Al-islam untuk SMA/SMK 

Jurnal Maarif

Vol 3 Nomor 2 Mei 2008

Thursday, 12 June 2008 | Administrator

article thumbnail Download Jurnal 
Selengkapnya

Jurnal Sebelumnya

Buya : Kekerasan Sudah Menjadi Mata Pencaharian

 

Program Kerjasama

 

 

Indonesia-UK Interfaith Direktorat Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri RI

 

 

Who's Online

Syndicate

Sep 16 2008
Syafii Maarif: Indonesia Negeri Plural PDF Print E-mail
Tuesday, 16 September 2008

Jakarta, Kompas - Sebagai negeri Muslim terbesar di dunia, ekspresi Islam Indonesia, baik dalam budaya, intelektual, maupun politiknya, tidak pernah menjadi sistem yang monolitik. Kondisi yang hampir sama juga ada di negara Muslim lainnya. Sebuah kondisi masyarakat yang penuh keberagaman meski sumber utama tetap mengacu kepada Al Quran dan hadis.

Hal ini dikatakan Ahmad Syafii Maarif dalam tasyakuran penganugerahan Magsaysay Award 2008 kepada dirinya di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Senin (15/9) malam. Acara ini dihadiri sejumlah tokoh lintas agama, pejabat negara, aktivis hak asasi manusia, politisi, mahasiswa, dan intelektual.

 

”Indonesia negeri plural, dan pluralisme ini harus tetap kita jaga,” ujar Syafii.

Menurut Syafii, dalam masyarakat yang plural, dialog harus lebih diutamakan. Dialog antar-agama yang dilakukan harus terwujud dalam bentuk pencerahan bagi masyarakat sampai ke tingkat paling bawah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menyampaikan penghargaannya pula kepada Syafii yang dinilai selalu berkomitmen pada keislaman sekaligus pluralitas masyarakat. ”Islam selalu menghargai perbedaan. Perbedaan itu adalah rahmat,” ujarnya.

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan, penghargaan yang diberikan kepada Syafii sangat pantas dengan apa yang selama ini dikerjakannya.

”Sebagai warga Muhammadiyah, saya juga merasa bangga atas penghargaan Magsaysay yang diterima Pak Syafii,” ujar Siti Fadilah. Ia melanjutkan, dunia ini terasa lebih indah karena adanya berbagai perbedaan.

”Ini rahmat bagi manusia. Saya tidak bisa bayangkan jika semua yang ada di dunia ini sama dan seragam, tentu kita tidak bisa membedakan satu orang dengan yang lain,” ujarnya.

Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Rizal Sukma, mengatakan, sebagai orang yang tak mau populer, penghargaan Magsaysay yang diterima Syafii akan kian membuatnya terkenal.

Sumber : www.kompas.com

 

feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
 
< Prev   Next >

Agenda

MAARIF Institute Associate Researchers (MIAR)

Wednesday, 05 March 2008 | Administrator

article thumbnailMAARIF Institute for Culture and Humanity invites you to join "MAARIF Institute Associate Researchers (MIAR)". MAARIF Institute for Culture and Humanity is a non profit, non government...
Selengkapnya

MAARIF AWARD 2008

Wednesday, 05 March 2008 | Administrator

article thumbnailMaarif Institute for culture and Humanity, Lembaga yang didirikan Ahmad Syafii Maarif, mengundang masyarakat luar untuk ikut mengusulkan/menominasikan nama - nama kandidat penerima MAARIF AWARD 2008....
Selengkapnya

Agenda Lainnya