Publikasi A. Syafii Maarif

Resonansi
Prespektif Gatra
Aug 28 2008
Dendam Itu Belum Berkesudahan (II) PDF Print E-mail
Thursday, 28 August 2008

Ahmad Syafii MaarifBerapa banyak darah tertumpah pada waktu terjadi Gerakan Reformasi dan Anti-Reformasi di Eropa? Menurut catatan Oliveti, tidak kurang dari 2/3 penduduk Kristen Eropa yang terbantai pada waktu itu. Itu belum lagi dihitung perang-perang yang lain, pogrom (pembantaian terorganisasi), revolusi, dan genosida (pembunuhan secara teratur terhadap sebuah etnis, suku bangsa), Perang Napoleon; perdagangan budak Afrika yang menghabiskan nyawa sebesar 10 juta; berapa juta pula yang musnah akibat penaklukan-penaklukan kolonial. Jangan Anda tanya lagi berapa banyak penduduk asli Amerika yang dibantai oleh orang Eropa, baik di Amerika Utara, Tengah, ataupun Selatan, angkanya mencapai 20 juta selama tiga generasi.

Jika kita bergerak ke abad ke-20, angkanya semakin mengerikan. Peradaban Barat telah mengubah peperangan ke kutub ekstrem. Perkiraan konservatif yang mati di abad ke-20 lebih dari 250 juta. Dari jumlah ini umat Islam hanya bertanggung jawab kurang dari 10 juta. Umat Kristen atau mereka yang berlatar belakang Kristen telah membunuh lebih dari 200 juta. Jumlah terbesar berasal dari Perang Dunia (PD) I sejumlah 20 juta; setidak-tidaknya 90 persen dari angka ini dilakukan oleh orang ''Kristen''. Angka yang lebih dahsyat lagi terjadi selama PD II sebesar 90 juta, sekurang-kurangnya 50 persen dilakukan oleh pihak ''Kristen''. Selebihnya terbunuh di Asia Timur.

 Oliveti kemudian bertanya: ''Dengan sejarah yang serbasuram ini, terlihat bahwa kita semua orang Eropa harus bertempur dengan fakta bahwa Perdaban Islam dalam kenyataannya malah kurang brutal jika disandingkan dengan Peradaban Kristen. Apakah Holocaust terhadap lebih enam juta Yahudi yang terbunuh berlaku dengan latar belakang Peradaban Muslim?''
Tetapi, Oliveti tidak menurunkan angka berapa pula yang terbunuh akibat pertempuran dan konflik sesama Muslim, demi kekuasaan, dalam berbagai periode sejarah, sebagai yang terbaca dalam ''Perspektif'' saya dalam <I>Gatra<I>, 31 Juli-6 Agustus 2008, hlm 106. Tampaknya darah lebih banyak tertumpah akibat konflik sesama Muslim dibandingkan dengan antara Muslim dan non-Muslim. Tengok apa yang terjadi di Irak dan Afghanistan, dan sampai batas-batas tertentu di Indonesia pada waktu yang lalu, semuanya adalah pembunuhan oleh Muslim terhadap Muslim, apa pun ideologi politik yang melatarbelakanginya.

Kembali kepada data terbaru Oliveti. Selama abad ke-20, kekuasaan Barat atau Kristen bertanggung jawab atas kematian umat manusia sekurang-kurangnya 20 kali lebih besar dibandingkan dengan kekuasaan Muslim. Di abad ini Barat telah membinasakan manusia dengan jumlah raksasa, lebih dahsyat dari seluruh korban yang terjadi sepanjang sejarah Islam. Ini berlangsung sampai detik ini. Ambil contoh pembantaian 900 ribu rakyat Ruwanda tahun 1994, di mana penduduknya lebih 90 persen Kristen; atau tengok pula genosida atas lebih dari 300 ribu Muslim plus pemerkosaan atas lebih 100 ribu wanita Muslim oleh Serbia Kristen di Bosnia pada 1992-1995. Maka, secara statistik, Peradaban Kristen adalah yang terbanyak menumpahkan darah dan yang paling kejam dibandingkan dengan peradaban manapun sepanjang sejarah.

Lebih jauh Oliveti mengkritik penggunaan senjata nuklir yang semestinya cukup alasan bagi Barat untuk merasa malu di depan umat manusia di muka bumi. Amerika Serikat telah menciptakan senjata nuklir dan telah pernah menggunakannya. Bangsa-bangsa Barat lainnya juga berupaya memonopoli persenjataan yang bisa membawa kiamat itu. Sekalipun Islam punya konsep tentang perang yang sah (seperti halnya agama Kristen dan Budha), tidak pernah ada dalam kultur Islam (atau dalam kultur manapun yang bertahan sampai sekarang) yang mengidolakan semuanya seperti yang terdapat dalam kultur Barat.

Selanjutnya, manusia Barat menganggap dirinya suka damai, tetapi dalam kenyataannya kelembutan dan keluhuran Perjanjian Baru, dan watak cinta-damai demokrasi, jarang sekali tecermin dalam kultur rakyat umum Barat. Yang berlaku dalam kultur itu, seperti terlihat dalam film-film Hollywood, TV Barat, permainan video, musik populer, dan hiburan sport--adalah untuk mengagungkan dan menanamkan kekerasan. Maka, tidaklah mengherankan tingkat angka pembunuhan jauh lebih tinggi di dunia Barat tinimbang di negeri-negeri Muslim. Mengapa seorang Sookhdeo tidak mau becermin?
Komentar saya, terasa sekali kemarahan Oliveti terhadap seorang penginjil yang tidak adil dalam membaca masa lampau Barat yang sarat dengan pertumpahan darah. Tetapi, kemarahan serupa juga wajib kita alamatkan kepada kelompok kecil Muslim yang senang membajak Tuhan, demi darah Muslim dan non-Muslim.

Sumber : www.republika.co.id

feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
 
< Prev   Next >

Autodesk Design Suite Premium 2012
Adobe InCopy CS5
Werks MAC
Lynda AutoCAD 2009 Essential Training
Bigasoft DVD to iPad Converter
Lynda Access 2010 Essential Training
Red Giant Psunami MAC
Adobe Illustrator CS4
Autodesk AutoCAD Raster Design 2010 32 & 64 Bit
Bigasoft AVCHD Converter
Adobe After Effects CS4
CleanApp MAC
Adobe After Effects CS5.5 MAC