Who's Online

Syndicate

Aug 19 2008
Dendam Itu Belum Berkesudahan PDF Cetak E-mail
Tuesday, 19 August 2008

Ahmad Syafii MaarifPada saat kita di Indonesia sedang gencar-gencarnya mengukuhkan tali persaudaraan lintas iman, dan sampai batas-batas yang jauh telah memberi hasil yang sangat positif, masih ada saja pihak di belahan bumi sana yang berupaya membuyarkannya, sekalipun tidak secara langsung. Kali ini kita soroti Patrick Sookhdeo, seorang tokoh penginjil melalui artikel yang berjudul ''  The Myth of a Moderate Islam'' dalam majalah Spectator (London, 30 Juli 2005), dan telah dibantah oleh penulis Vincenzo Oliveti yang dimuat dalam majalah Islamica dengan judul ''  The Myth of 'the Myth of Moderate Islam','' beberapa waktu yang lalu. Di mata Sookhdeo, apa yang dikenal dengan Islam moderat dan berwajah ramah hanyalah sebuah mitos, tidak ada di dunia nyata. Wajah Islam yang hakiki, katanya, adalah kebengisan, kegarangan, dan kekerasan, seperti yang ditampilkan oleh segelintir kelompok radikal, militan, bahkan teroris. Tuduhan semacam inilah yang dikuliti Oliveti melalui tulisannya di atas.

Dalam artikel yang cukup panjang dengan data sejarah yang akurat, Oliveti menilai Sookhdeo telah dengan sengaja memutarbalikkan fakta yang sebenarnya, demi dendamnya kepada Islam yang belum juga berkesudahan. Memang, sangat menyakitkan tuduhan penginjil ini yang menyimpulkan bahwa terorisme adalah wajah Islam yang sebenarnya. Artinya, menurut penginjil ini, mayoritas umat Islam adalah pendukung teror. Bahwa ada sekelompok kecil umat yang terlibat dalam aksi kekerasan dan teror memang tidak perlu ditutupi, tetapi membuat generalisasi adalah sebuah dusta.

Agar tidak mengada-ada, Oliveti menurunkan angka-angka ini: Kurang dari 5 persen umat Islam yang dapat dimasukkan dalam kategori fundamentalis; dari yang 5 persen ini, kurang dari 0,01 persen yang punya kecenderungan untuk melakukan teror atau tindak kekerasan atas nama agama. Dengan kata lain, paling banter hanyalah seorang dari 200.000 Muslim yang mungkin dapat dimasukkan sebagai teroris. Selebihnya adalah manusia normal belaka yang cinta damai dan antikekerasan. Tetapi, mengapa sejak Tragedi 11 September 2001, segala tuduhan busuk tetap saja dilemparkan kepada Islam sampai detik ini, sekalipun sudah semakin melemah?

Oliveti kemudian menelusuri data teologis dalam Kristen dan Islam tentang praktik paksaan dalam agama. Tulis Oliveti: ''Tidak dijumpai dalam sejarah Islam sebuah doktrin yang menyamai doktrin St Agustinus, <I>cognite intrare<I> (dorong mereka masuk--artinya 'paksa mereka pindah iman'). Justru dalam Alquran yang ada kebalikannya: 'Tidak ada paksaan dalam agama (2: 256)'.'' Gagasan Agustinus yang menakutkan itu bahwa semua orang harus dipaksa ''menyesuaikan diri'' kepada ''iman Kristen yang benar'' selama berabad-abad telah menumpahkan darah yang tidak ada taranya.

ungguh umat Kristen lebih menderita di bawah kuasa peradaban Kristen daripada di bawah kekuasaan Romawi pra-Kristen atau di bawah kekuasaan lain sepanjang sejarah. Jutaan dianiaya atau disembelih atas nama agama Kristen selama periode-periode kebid'ahan Arian, Donatist, dan Albigenesia. Belum lagi kita berbicara tentang bermacam inkuisisi, atau Perang Salib, di kala tentara Eropa berkata, saat menyembelih umat Kristen dan Arab Muslim: ''Bunuh mereka semua, Tuhan akan tahu sendiri.''

Masa lampau yang gelap ini jangan lagi disegarkan dengan cara-cara keji yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, saat semua pemeluk agama kini ditantang untuk menyelamatkan jenis manusia dari harakiri perdaban modern. Penginjil Sookhdeo harus menyadari bahwa menuduh pihak lain secara semena-mena sama saja dengan mengkhianati Injil itu sendiri. Oliveti melanjutkan: ''Tidak perlu dikatakan, semua pelanggaran di atas--dan sungguh semua pelanggaran umat Kristen sepanjang abad--yang demikian itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan Yesus Kristus dan atau bahkan dengan Perjanjian Baru. Sesungguhnya, tak seorang Muslim pun per definisi pernah atau akan pernah menyalahkan semuanya ini atas pundak Yesus Kristus. Maka, bagaimana ini berlaku sehingga Sookhdeo menyalahkan pelanggaran-pelanggaran Muslim (sekalipun lebih kecil dibandingkan pelanggaran Kristen) atas Alquran ...?''

Sumber : www.republika.co.id

 

feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >