Resensi Buku AIK

 

Buku panduan guru Al-Islam dan Kemuhammadiyahan 

Buku ajar pendidikan Kemuhammadiyahan 

Buku ajar pendidikan Al-islam untuk SMA/SMK 

Jurnal Maarif

Vol 3 Nomor 2 Mei 2008

Thursday, 12 June 2008 | Administrator

article thumbnail Download Jurnal 
Selengkapnya

Jurnal Sebelumnya

Buya : Kekerasan Sudah Menjadi Mata Pencaharian

 

Program Kerjasama

 

 

Indonesia-UK Interfaith Direktorat Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri RI

 

 

Who's Online

Syndicate

Jun 03 2008
Tiga Penggerak Perubahan Sosial dan Pluralisme Raih Maarif Award PDF Print E-mail
Tuesday, 03 June 2008

Ahmad Syafii MaarifJAKARTA, SELASA - Tiga tokoh yang dinilai telah mendorong proses perubahan sosial pada tingkat akar rumput serta memiliki komitmen terhadap toleransi dan pluralisme menerima Maarif Award dari Maarif Institute.
    
Acara penyerahan penghargaan kepada ketiga tokoh tersebut, yakni Cicilia Handayani (40), Tuan Guru Haji (TGH) Hasanain Djuani (44) dan Ahmad Tafsir (44) dilakukan di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta pada Selasa malam.

Penghargaan diserahkan oleh pendiri Maarif Institue, Ahmad Syafii Maarif dan Jeffrie Geovannie serta Direktur Eksekutif Maarif Institute Raja Juli Antoni.
    
Ivan A Hadar, anggota Dewan Juri "Maarif Award", mengatakan setiap individu yang dipilih sebagai penerima penghargaan memiliki prestasi dan karya bermakna bagi masyarakat.
    
Cicilia, yang tinggal di Perum Kalimas Indah, Blitar, Jawa Timur, membentuk institusi pendidikan taman kanak-kanak lintas agama di Dusun Banyu Urip, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, dusun terpencil dan terbelakang yang distigmatisasi sebagai bekas kantung Partai Komunis Indonesia (PKI).
    
Perempuan yang lahir di Surabaya pada 27 Juli itu juga merupakan inisiator koperasi tani di Karang Gayam, Blitar. Kegigihan perempuan yang akrab disapa Yanti itu mendapat pengakuan dari semua tokoh organisasi sosial dan keagamaan di Blitar.
    
Yanti berharap selama hidupnya bisa tetap setia bergerak di tingkat akar rumput dan mendapatkan upah besar di surga atas apa yang dia lakukan.
    
Sementara Hasanain adalah pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haramain Putri Narmada di Lombok, Nusa Tenggara Barat yang memadukan dunia pendidikan, konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan media konflik.
    
Laki-laki yang lahir di Lombok Barat pada 17 Agustus 1964 itu berhasil mengajak 427 pesantren di sekitar wilayahnya untuk membuka "kitab hijau" dan melakukan kegiatan konservasi yang kini telah berhasil menyulap 30 hektare perbukitan tandus menjadi lahan hijau.
    
"Saya tidak berbuat banyak, saya hanya mengajak mereka untuk tanam, tanam dan tanam," katanya serta menambahkan ia juga memberikan bibit pohon gratis untuk ditanam.
    
Tokoh ketiga yang menerima penghargaan adalah Ahmad Tafsir, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, yang berani melawan arus utama di tubuh organisasi yang dibentuk Ahmad Dahlan pada 1912 itu.
    
Pria kelahiran Kebumen yang saat ini tinggal di Ngaliyan, Semarang, itu juga dinilai konsisten memperjuangkan ide-ide progresif di tubuh Muhammadiyah dan memiliki radius pergaulan lintas agama yang luas.
    
Ia juga tidak ragu berinteraksi, dan bahkan terlibat intens, dengan kelompok-kelompok marginal seperti waria, korban narkoba dan penderita schizophrenia.

Sumber : http://entertainment.kompas.com 

feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
Last Updated ( Saturday, 07 June 2008 )
 
< Prev   Next >

Agenda

MAARIF Institute Associate Researchers (MIAR)

Wednesday, 05 March 2008 | Administrator

article thumbnailMAARIF Institute for Culture and Humanity invites you to join "MAARIF Institute Associate Researchers (MIAR)". MAARIF Institute for Culture and Humanity is a non profit, non government...
Selengkapnya

MAARIF AWARD 2008

Wednesday, 05 March 2008 | Administrator

article thumbnailMaarif Institute for culture and Humanity, Lembaga yang didirikan Ahmad Syafii Maarif, mengundang masyarakat luar untuk ikut mengusulkan/menominasikan nama - nama kandidat penerima MAARIF AWARD 2008....
Selengkapnya

Agenda Lainnya