|
Jakarta—Maarif Institute for Culture Humanity, lembaga sosial yang
didirikan Prof Dr. Ahmad Syafii Maarif, kembali mengundang
partisipasi dari berbagai kalangan untuk menominasikan calon
penerima Maarif Award 2008.
Direktur Eksekutif Maarif Institute Raja Juli Antoni di Jakarta,
Selasa (12/2), menyatakan Maarif Award 2008 dilakukan karena
apresiasi publik yang sangat baik terhadap Maarif Award 2007 yang
diberikan kepada dua orang pekerja sosial kemanusiaan, yaitu Arianto
Sangadji (Poso Center, Sulawesi Tengah) dan Pendeta Jack Manuputty (Lembaga
Antar Iman, Maluku), karena peran dan kiprah konkret keduanya di
dalam menjembati komunitas agama yang terlibat konflik di Poso dan
Ambon.
“Selain liputan media cetak dan elektronik yang baik, kami juga
banyak menerima telepon dan surat yang mengapresiasi Maarif Award
2007 dan meminta untuk dilanjutkan,” ujar Antoni.
Maarif Award 2008 merupakan penghargaan yang diberikan kepada
perseorangan dan kelompok yang mempelopori serta berkiprah dalam
pro-ses perubahan sosial pada tingkat masyarakat akar rumput
(grassroots). Mereka juga memiliki kemampuan menjembatani
kemajemukan, baik agama, etnik, maupun budaya untuk mengangkat
martabat kemanusian serta kepeloporannya memberi manfaat bagi
masyarakat di tingkat akar rumput.
”Fokus kami adalah mencari pemimpin lokal yang visioner dari
berbaagai latar belakang profesi, berbuat sesuatu pada level
grassroots, di tengah krisis kepemimpinan yang menjadi persoalan
mendasar bangsa ini,” kata Antoni.
Secara terpisah, Prof. Ahmad Syafii Maarif, mengatakan, Indonesia
sangat sulit keluar dari krisis multidemensional bila tidak lahir
negarawan yang memiliki mentalitas dan spritalitas yang prima. “Saya
khawatir kita terjerembab menjadi failed state (negara yang gagal),
negara yang mengalami permanent transition (transisi permanen),”
ujarnya.
Usulan nama calon penerima Maarif Award 2008 dapat dikirim dengan
melampirkan riwayat hidup dan dokumen pendukung lainnya ke Maarif
Institute, Jl. Muria No. 07, Setiabudi Jakarta Selatan, paling
lambat tanggal 1 April 2007. Formulir dan keterangan lebih lanjut
dapat diakses di www.maarifinstitute.org.
Sumber : www.sinarharapan.co.id
|