Who's Online

Syndicate

Feb 13 2008
Maarif Award 2008, Mencari Pemimpin Lokal Visioner PDF Cetak E-mail
Wednesday, 13 February 2008

Jakarta—Maarif Institute for Culture Humanity, lembaga sosial yang didirikan Prof Dr. Ahmad Syafii Maarif, kembali mengundang partisipasi dari berbagai kalangan untuk menominasikan calon penerima Maarif Award 2008.


Direktur Eksekutif Maarif Institute Raja Juli Antoni di Jakarta, Selasa (12/2), menyatakan Maarif Award 2008 dilakukan karena apresiasi publik yang sangat baik terhadap Maarif Award 2007 yang diberikan kepada dua orang pekerja sosial kemanusiaan, yaitu Arianto Sangadji (Poso Center, Sulawesi Tengah) dan Pendeta Jack Manuputty (Lembaga Antar Iman, Maluku), karena peran dan kiprah konkret keduanya di dalam menjembati komunitas agama yang terlibat konflik di Poso dan Ambon.

“Selain liputan media cetak dan elektronik yang baik, kami juga banyak menerima telepon dan surat yang mengapresiasi Maarif Award 2007 dan meminta untuk dilanjutkan,” ujar Antoni.


Maarif Award 2008 merupakan penghargaan yang diberikan kepada perseorangan dan kelompok yang mempelopori serta berkiprah dalam pro-ses perubahan sosial pada tingkat masyarakat akar rumput (grassroots). Mereka juga memiliki kemampuan menjembatani kemajemukan, baik agama, etnik, maupun budaya untuk mengangkat martabat kemanusian serta kepeloporannya memberi manfaat bagi masyarakat di tingkat akar rumput.


”Fokus kami adalah mencari pemimpin lokal yang visioner dari berbaagai latar belakang profesi, berbuat sesuatu pada level grassroots, di tengah krisis kepemimpinan yang menjadi persoalan mendasar bangsa ini,” kata Antoni.


Secara terpisah, Prof. Ahmad Syafii Maarif, mengatakan, Indonesia sangat sulit keluar dari krisis multidemensional bila tidak lahir negarawan yang memiliki mentalitas dan spritalitas yang prima. “Saya khawatir kita terjerembab menjadi failed state (negara yang gagal), negara yang mengalami permanent transition (transisi permanen),” ujarnya.


Usulan nama calon penerima Maarif Award 2008 dapat dikirim dengan melampirkan riwayat hidup dan dokumen pendukung lainnya ke Maarif Institute, Jl. Muria No. 07, Setiabudi Jakarta Selatan, paling lambat tanggal 1 April 2007. Formulir dan keterangan lebih lanjut dapat diakses di www.maarifinstitute.org.

Sumber : www.sinarharapan.co.id 

feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 07 June 2008 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >