Publikasi A. Syafii Maarif

Resonansi
Prespektif Gatra
Jun 05 2007
'Tak Nak Rokok' PDF Print E-mail
Tuesday, 05 June 2007

Beberapa waktu yang lalu saya telah menulis di ruang ini tentang rokok dan kaitannya dengan penyebab kemiskinan karena triliunan uang yang dibakar setiap hari secara sia-sia di semua nagara (Lih Republika, 17 April 2007). Tetapi, alangkah sulitnya menyadarkan manusia tentang bahaya dan buruknya akibat rokok ini. Pemerintah Malaysia telah bergerak dengan melancarkan kampanye agresif antirokok dengan tema "TAK NAK ROKOK" (Tak Ingin Rokok), langgam khas bahasa Melayu. Berapa juta ringgit yang terbakar dan berapa batang rokok yang mengepul saban hari di negeri jiran itu? Ternyata angkanya sangat tinggi. Menurut ketua Asosiasi Medis Malaysia Komite Aksi tentang Rokok, Prof Dr Lekhraj Rampal (lih New Strait Times, 1 Juni 2007, hlm 9), tidak kurang dari 16 juta ringgit yang terbakar setiap hari akibat rokok. 

Jumlah pencandu rokok lebih dari 3,5 juta dari sekitar 25 juta penduduk Malaysia. Sekitar 50 persen dari 3,5 juta itu menghabiskan rokok masing-masing 10 batang per hari. Perokok terbesar berusia 15-25 tahun. Rekor tertinggi perokok adalah suku Melayu, disusul oleh Cina, kemudian India. Di kalangan perempuan, suku Cina yang tertinggi, disusul Melayu dan India. Jadi, Melayu yang Muslim ini dalam kebiasaan merokok bisa bertanding dengan Arab dan Indonesia Muslim.

Melihat kebiasaan buruk ini, Rampal akan mengusulkan kepada pemerintah agar pajak tembakau dinaikkan 30 persen tahun 2008. Dengan cara ini diharapkan angka pencandu rokok bakal berkurang, khususnya untuk kalangan pelajar, mahasiswa, dan penduduk miskin. Memang ironis, pelajar dan mahasiswa umumnya masih bergantung pada orang tua, seharusnya mereka tahu diri untuk tidak merokok. Tetapi dasar candu, protes dan rintihan orang tua tidak dihiraukan.

Menurut WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), diperkirakan sekitar 700 juta atau separuh dari jumlah anak-anak sedunia menghirup udara yang terpolusi akibat asap tembakau, khususnya selagi mereka di rumah. Kata Rampal lagi, ada 4.000 zat kimia terkandung dalam asap tembakau, lebih dari 50 zat itu tampaknya sebagai penyebab kanker. Yang tidak kurang menyedihkan adalah kenyataan ribuan orang yang mati akibat terhisap asap rokok orang lain. Kita yang tidak merokok merasakan benar betapa mengganggunya asap rokok yang mengepul di sekitar kita, sementara si pelaku seperti tidak hirau saja. Rokok dengan demikian juga berfungsi sebagai racun pembubuh rasa.

Setelah umat manusia semakin merasa sumpek akibat asap rokok ini, Irlandia sejak Maret 2004 telah tampil sebagai bangsa pertama di muka bumi yang menciptakan kawasan kerja tertutup dan ruang publik, seperti restoran, bar, dan tempat-tempat umum terbebas dari asap rokok. Dalam tiga bulan kemudian disusul oleh Selandia Baru, Italia, dan Uruguay. Di negeri-negeri Arab dan negeri Muslim lainnya, pada umumnya tidak ada disiplin mengenai pelarangan merokok ini. Sekalipun sudah diharamkan seperi di Saudi, larangan itu tidak pernah berdaya.

Bagaimana dengan Indonesia? Sungguh menyedihkan. Di sini para dokter, kiai, dan para guru pun banyak yang menjadi perokok berat. Pihak pemerintah pun tentu akan tidak mudah mengikuti kebijakan Pemerintah Irlandia, Selandia Baru, dan lain-lain, demi pajak untuk tambahan APBN yang sering defisit. Rokok, kemiskinan, penyakit, dan corak kesia-siaan lainnya sebenarnya bersahabat sebagai sumber malapetaka.

Tetapi, siapa yang peduli dengan pernyataan semacam ini pada saat bangsa kita sedang kehilangan visi masa depan. Inilah yang sering saya keluhkan sebagai visi orang yang tidak melampaui halaman rumah atau tuturan atapnya.

feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
Last Updated ( Tuesday, 22 April 2008 )
 
Next >

Lynda InDesign CS5 Essential Training
ForkLift 2 MAC
Joboshare DVD to Mobile Phone Converter
FileMaker Server 11 Advanced for Mac
Microsoft Office Professional Plus 2010 32 Bit
Adobe Acrobat X Pro
Joboshare Video Converter
Acronis Disk Director Server 10
Microsoft SQL Server 2008 Standard Edition
Midnight Inbox for MAC
VoxReducer II MAC
Adobe Creative Suite 3 Design Premium for Mac
Symantec Norton PartitionMagic 8.0