Publikasi A. Syafii Maarif

Resonansi
Prespektif Gatra
Jan 16 2007
Garuda tidak Jadi Bangkit? PDF Cetak E-mail
Tuesday, 16 January 2007

Masih ingat "Resonansi" saya berjudul "Garuda Mau Bangkit?" dalam Republika, 27 Desember 2005? Di kolom itu saya memberikan apresiasi kepada BUMN ini di bawah pimpinan Emirsyah Satar. Sebagai pelanggan penerbangan ini sejak tujuh tahun sebelumnya, pada tahun 2005 itu saya mulai merasakan adanya perubahan positif dalam cara Garuda menampilkan pelayanannya, dari yang sederhana hingga ke tingkat yang lebih atas. 

Jika sebelumnya sewaktu akan terbang atau akan mendarat, dari penyelia kita mendengar kalimat ini: "Para penumpang yang terhormat dan ... seterusnya," kemudian berubah menjadi: Para pelanggan kami yang terhormat ... dan seterusnya." Antara kata 'penumpang' dan kata 'pelanggan' sepintas lalu tidak ada perbedaan signifikan. Tetapi, dari sisi rasa bahasa, perubahan dua kata itu menjadi penting.

Ungkapan pelanggan dalam konteks ini terasa lebih akrab, menyentuh, dan serasa diminta turut memiliki, sementara perkataan penumpang dirasakan sebagai manusia yang hanya menumpang. Bukankah bila kita menumpang di tempat orang lain, kita harus ekstra hati-hati dalam menjaga diri dan prilaku? Saya tidak tahu apakah direksi Garuda memang telah memperhitungkan perubahan kata ini secara filosofis mengenai rasa bahasa, atau hanya agar terdengar beda saja. Setidaknya bagi saya, perubahan itu saya hargai.

Jika penerbangan lain cukup diberi Aqua atau bahkan sepi sama sekali, Garuda tetap seperti sediakala. Ada makanan kecil dan beraneka minuman pilihan. Soal ketepatan waktu, sekalipun Garuda bisa juga molor, relatif masih lebih baik dari yang lain. Apalagi di lounge eksekutif, menu yang disajikan Garuda cukup bagus dan bervariasi.

Dirut Garuda, Emirsyah Satar, dalam suratnya kepada saya tertanggal 28 Desember 2005 menanggapi Resonansi di atas a.l. dengan kalimat ini: "Segenap pendapat, saran dan masukan yang telah Bapak sampaikan dalam artikel tersebut, sungguh merupakan hal yang sangat berharga bagi kami, dan hal tersebut semakin menjadi pemicu dan pendorong bagi kami, seluruh jajaran di Garuda Indonesia, untuk terus melaksanakan penataan dan perbaikan-perbaikan yang saat ini sedang terus kami upayakan."

Tentu saya senang sekali membaca surat Pak Satar itu, dan dalam hati saya bergumam: "Garuda benar-benar akan bangkit dan akan terus terbang tinggi ke seantero jagat." Tetapi setelah sekitar setahun berjalan, info-info miring tentang Garuda kembali sampai ke telinga saya dari berbagai sumber: "Garuda tidak dapat diselamatkan karena pemerintah kurang tanggap terhadap masalah yang melilit tubuh penerbangan nasional ini."

Apa masalah itu? Tidak lain dari utang yang semakin bertimbun. Dari seorang yang sangat paham kondisi Garuda, saya diberi tahu bahwa pendapatan Garuda per tahun hanyalah Rp 11 triliun, sementara pengeluaran Rp 12 triliun. Ketimpangan angka satu triliun inilah sebagai penyebab utama mengapa Garuda berada dalam kondisi Senin-Kamis. Sewaktu saya tanyakan, apakah karena kelebihan karyawan. Dijawab, itu bukan masalah pokok. Masalah utamanya jauh lebih dalam dari itu. Dalam hati saya berkata, mengapa maskapai penerbangan MAS milik Malaysia yang juga hampir bangkrut, tetapi pemerintahnya cepat turun tangan. MAS kemudian dapat diselamatkan, bahkan sudah mulai menghitung laba.

Selanjutnya, entahlah, saya tidak tahu, tetapi keprihatinan semakin terasa bertambah dalam tentang nasib masa depan Garuda yang selama ini kita banggakan: Garuda tidak jadi bangkit! Bahkan, kabarnya beberapa opsi sedang disiapkan. Kita tunggu saja, apa bentuk opsi itu. Sebagai rakyat biasa, tentu kita berharap agar opsi yang akan dipilih itu jangan sampai semakin menambah beban perasaan bangsa yang sedang kelelahan ini. Berilah kami peta baru tentang Indonesia!

feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 22 April 2008 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

FileMaker Pro 10 Advanced
Autodesk Design Suite Premium 2012
Adobe Acrobat X Pro Student and Teacher Edition MAC
Lynda 3ds Max 2010 Lighting and Rendering with mental ray
Apple Shake 4.1
SmartDraw 2010
Autodesk 3ds Max Design 2011
Apple Mac OS X Server 10.6 Snow Leopard
Microsoft Office Home and Student 2011 MAC
PDF Joiner 1.0
Adobe Dreamweaver CS5.5 MAC
Autodesk AutoCAD LT 2011
Joboshare DVD Ripper
Adobe Creative Suite 5.5 Design Premium