Publikasi A. Syafii Maarif

Resonansi
Prespektif Gatra
Jan 30 2007
Apakah Negeri Ini Terlalu Luas? PDF Print E-mail
Tuesday, 30 January 2007

MT Zen, pakar geologi dari ITB, menyebut Indonesia sebagai Benua Kepulauan saking luas (15 juta km persegi; lautan 12 juta, daratan 3 juta) dan panjangnya (barat-timur 5.110 km, utara-selatan 1.888 km) nusantara ini. Jumlah pulaunya lebih dari 17 ribu, besar dan kecil, dihuni atau kosong. Sebagian wilayahnya dilalui ikat pinggang katulistiwa dengan hutan tropis sebagai paru-paru dunia yang wajib dipelihara, sekalipun sekarang hampir separuh dalam keadaan kritis akibat ulah anak bangsa yang rakus dan amoral. 

Indonesia sebagai bangsa dan negara adalah gejala abad ke-20. Sebelum itu yang ada hanyalah suku-suku bangsa dan kerajaan-kerajaan berdaulat masing-masing. Kita tidak bisa membayangkan sebuah Indonesia dalam format seperti sekarang ini jika tidak didahului oleh sistem penjajahan, khususnya Belanda dengan nama Hindia Timur. Inilah 'jasa' kolonialisme.

Memang, kekayaan nusantara telah dieksploitasi secara rakus untuk kepentingan penjajah dengan menelantarkan anak-anak suku bangsa agar tetap sengsara dan bodoh. Baru di awal abad ke-20 muncul gerakan-gerakan rakyat tertindas secara modern dan terorganisasi untuk melawan sistem penjajahan itu, berkat pendidikan Barat yang mereka terima.

Karena tidak terlatihnya kita dalam politik dan militer di bawah sistem penjajahan, sekalipun Indonesia sebagai bangsa telah lahir tahun 1920-an, sulit pula kita bayangkan sebuah kemerdekaan akan terwujud segera tanpa pukulan PD II. Sebab itu, harus dikatakan bahwa berkat PD II, di samping usaha para pejuang, Indonesia akhirnya menjadi bangsa dan negara merdeka pada 1945 dengan jumlah penduduk ketika itu 70 juta. Awal abad ke-21 jumlah itu telah menjadi tiga kali lipat lebih. Maka, jadilah Indonesia bangsa dan negara terbesar keempat di dunia sesudah Cina, India, dan Amerika Serikat.

Berbeda dengan tiga besar itu yang bertumpu umumnya pada daratan, Indonesia seperti fakta di atas menjelaskan, adalah sebuah arkipelago (rentangan kepulauan). Ungkapan tanah air sebagai sebutan lain bagi bangsa kita hanyalah mengukuhkan fakta keras itu, sekalipun luas air empat kali lipat tanah. Ironisnya adalah kekuatan pengawal dan penjaga bangsa dan negara justru bertumpu di darat, bukan di laut.

Angkatan Darat Indonesia mengungguli angkatan-angkatan yang lain, terutama dalam jumlah. Kekuatan di laut kurang mendapat perhatian sejak kita merdeka. Maka, bukanlah suatu yang aneh jika kita mendengar ungkapan ini: "Bagaimana mungkin pencurian ikan di laut dapat dilawan, pencuri pakai kapal bermesin canggih, sedangkan pengejar pakai kapal layar." Tentu perbandingan semacam tidak selalu tepat, tetapi itu menegaskan bahwa kekuatan kita di laut jauh dari memadai.

Di antara seniman-pemikir yang sejak tahun-tahun belakangan ini begitu getol dan serius menyadarkan kita semua tentang betapa pentingnya masalah kemaritiman adalah WS Rendra. Seakan-akan jantung dan otaknya hanya berdetak dan bekerja untuk laut, sesuatu yang memang telantar sekian puluh tahun. Sekarang Rendra boleh sedikit gembira karena perhatian pimpinan Angkatan Laut terhadap kerisauannya telah mendapat tanggapan positif.

Seharusnya perhatian itu juga datang dari seluruh kekuatan bangsa, khususnya dari pimpinan tertinggi negara. Benua Kepulauan ini akan ringkih dan kropos jika laut dianaktirikan oleh darat, sebagai warisan sistem feodal masa silam.

Pungkas kata, sekiranya kekuatan kita di laut kokoh dan dahsyat, tidak rapuh seperti sekarang ini, maka jawaban terhadap pertanyaan Resonansi ini adalah: kita bisa menjaga dan mengawal Indonesia yang luas ini! Yang dituntut adalah perubahan paradigma berpikir kita berupa: kekuatan laut, darat, dan udara harus berada dalam perimbangan proporsional.

feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
Last Updated ( Tuesday, 22 April 2008 )
 
< Prev   Next >

Sony Sound Forge Audio Studio 10
Autodesk AutoCAD Civil 2010 32 Bit
Red Giant Magic Bullet Frames MAC
AVG File Server Edition 8
Adobe Photoshop CS5.5 Extended
Microsoft Office Home and Business 2010 64 Bit
PSP EasyVerb MAC
Ashampoo HDD Control
Ashampoo Internet Accelerator 3
Autodesk Navisworks Review 2010 32 & 64 Bit
Anime Studio Pro 7 MAC
Sony Sound Forge Audio Studio 10
Joboshare DVD Audio Ripper
Roxio Popcorn 4 for Mac
iCash 6.6