Publikasi A. Syafii Maarif

Resonansi
Prespektif Gatra
Feb 16 2008
SELAMAT TINGGAL PATRIOTISME PDF Cetak E-mail
Saturday, 16 February 2008

Judul ini diilhami oleh berita harian Moskow, Pravda online, 7 Februari lalu, dengan judul: ''U.S. soldiers continue to commit suicides bidding farewell to their patriotism''. Pravda umumnya mengutip sumber dari kantor berita Associated Press (AP) tentang angka-angka prajurit Amerika yang bunuh diri karena putus asa akibat perang di Afghanistan dan Irak yang berlarut-larut. Jumlah korban dari rakyat jelata jangan ditanya, sudah puluhan, jika bukan ratusan ribu. Afghanistan negeri miskin telah porak-poranda, sementara Taliban yang anti-modernisasi itu makin kuat di kawasan bagian selatan.

Sedangkan Irak negara kaya, tapi pernah jatuh ke tangan diktator Saddam sekian lama. Amerika mengira, dengan membunuh Saddam, semuanya akan beres --sebuah kalkulasi politik yang sangat naif. Irak sekarang sudah terpecah belah dan baku hantam antara berbagai pihak: Syiah, Sunni, dan Kurdi. Bagi kaum neo-imperialis, korban rakyat jelata dan perang antar-puak tidak menjadi masalah besar. Dunia pun tidak begitu peduli pada semuanya ini.

Tapi, dengan meningkatnya angka bunuh diri prajurit Amerika, dunia mulai bereaksi. Pravda menurunkan angka-angka berikut. Tahun 2007 ada 121 tentara Amerika yang diperkirakan bunuh diri, naik 20% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dari angka itu, sebanyak 89 sudah jelas bunuh diri, sedangkan 32 masih diselidiki pihak Amerika. Perkiraan yang mencoba bunuh diri atau menganiaya diri sendiri mencapai 2,100 pada 2007. Tahun 2006, jumlah itu kurang dari 1.500. Jika dirinci lagi, maka gambarannya adalah: dari 500.000 prajurit yang bertugas tahun 2006, ada 17.5 orang yang bunuh diri per 100.000. Angka-angka ini bergelombang, terendah terjadi pada 2001 sebanyak 9,1 per 100.000 prajurit.

Pravda dengan nada duka menulis: ''Banyak di antara mereka yang mengambil keputusan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada dunia akibat perang yang tak berkesudahan di Irak dan Afghanistan'', dua negeri muslim yang bernasib sangat malang di awal abad ke-21. Kita dapat menambahkan bahwa sementara negara muslim yang turut terlibat dalam perang di Afghanistan semestinya melakukan taubat nasional, karena telah ditipu Amerika dan sekutunya untuk menghancurkan saudaranya sendiri --yang sayangnya juga mereka tidak selalu siuman.

Mereka juga saling membunuh demi politik kekuasaan dengan bendera agama. Inilah di antara tragedi kemanusiaan yang berlaku di sementara bangsa muslim: mereka kehilangan kepercayaan terhadap masa depan, sedangkan sebagian yang lain malah tidak hirau pada proses kehancuran ini. Saya tidak tahu apa rencana besar Allah di balik semua malapetaka dahsyat ini.

Kembali pada prajurit Amerika yang telah dikorbankan untuk mendukung nafsu bejat neo-imperialisme yang masih saja ingin mengangkangi dunia, sesuatu yang tidak zaman lagi. Itulah sebabnya, gelombang anti-perang di kalangan anak muda Amerika makin hari semakin membesar. Yang aneh adalah kasus John McCain, 71 tahun, dari Partai Republik, yang anti-Perang Vietnam dan telah dihukum lima tahun perjara karena pilihannya itu, tapi justru mendukung invasi terhadap Irak.

Saya gagal memahami logika yang tidak logis seorang McCain yang sudah hampir dapat dipastikan akan maju sebagai kandidat presiden dari partainya dalam pertarungan 4 November 2008. Bukan saja McCain sebenarnya yang bersikap demikian. Hillary Clinton pun pernah mendukung rencana invasi itu, yang sekarang dijadikan peluru oleh saingannya sesama Partai Demokrat: Barack Hussein Obama.

Inilah gambaran dunia di awal abad ke-21. Korban terbesar harus dipikul rakyat Afghanistan dan rakyat Irak. Dan sebelum itu bahkan sampai hari ini, rakyat Palestina telah jadi bulan-bulanan zionisme yang didukung Amerika. Sekarang menyusul Pakistan yang nasib masa depannya juga tidak jelas.

Bagaimana Indonesia? Sejak beberapa tahun ini telah digempur oleh kemarahan alam, sementara korupsi dan kelakuan sebagian politisinya juga makin gelap mata. Karena itu, kita perlu menyiapkan stamina spiritual yang tahan banting untuk survive (melangsungkan hidup) di sebuah planet bumi yang tidak ramah sambil bekerja keras untuk berbuat baik kepada sesama. Bagaimana ujung perjalanan kita, semuanya berada dalam rahasia Allah.

Akhirnya, karena malapetaka tersebut sering dikaitkan orang dengan kehadiran Islam, maka saya perlu menambahkan fakta ini: semua peristiwa di atas terjadi di dunia nyata, sementara di dunia maya lain pula petanya. Apa yang disebut Islamlib (Islam liberal) dan Islamlit (Islam literal) atau nama lain Islam moderat dan Islam puritan juga sedang asyik bergelut di dunia maya, adu wacana, sementara keduanya sama-sama terkapar di buritan peradaban. Bukankah ini juga panorama lain yang perlu dicermati oleh mereka yang berpikir?

feed0 Comments

Write comment
 
 
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger
 

security image
Write the displayed characters


busy
Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 22 April 2008 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

NuSphere PhpED
Phone Wallpaper X for MAC
Ace Utilities 64 Bit
Lynda Visual Studio 2010 Essential Training
Lynda After Effects CS5 New Creative Techniques
Soho Notes MAC
Autodesk AutoCAD Civil 3D 2010 32 & 64 Bit
Adobe Dreamweaver CS5
Adobe Creative Suite 4 Master Collection for Mac
Red Giant Warp 1.1 MAC
Adobe Photoshop Lightroom 2 MAC
Lynda Illustrator CS4 One-on-One Advanced
Altova DatabaseSpy 2011
Red Giant Magic Bullet PhotoLooks 1.5